I N S I G H T

Kabar Baik dari Batam

I N S I G H T

2 min read

MAULANA Jalaluddin Rumi atau yang biasa disebut Rumi, seorang penyair dan filsuf besar dan berpengaruh dalam Islam.

Ayahnya, Baha’ al-Din Mohammad Walad, merupakan salah satu guru besar bagi para teolog dan sufi disana, ia digelari “Raja Para Ulama”. 

Sedangkan, ibu Rumi, Mu’Mina Khatun adalah seorang putri kerajaan dan anak dari raja Rukn al-Din.

Rumi memiliki koneksi dan akses luas, kekayaan melimpah, hingga kepribadian pun kecerdasan yang luar biasa. 

Sang ayah, Baha’ berperan menjadi guru baginya dan ia mengenalkan Rumi dengan banyak sufi. Salah satu diantaranya, ialah Burhan al-Din Muhaqqiq.

Muhaqqiq juga orang pertama yang memperkenalkan Rumi pada tasawuf (mistisisme Islam) dan praktik spiritual. Ia menjadi guru bagi Rumi selama kira-kira 9 tahun lamanya. 

Selanjutnya, Syams al-Din Mohammad menjadi sumber pengaruh terbesar terhadap pandangan Rumi.

Pengaruh Syams sangat signifikan terhadap kehidupan, puisi, dan perspektif Rumi. Kita bisa melihat perbedaannya lewat puisi-puisi Rumi sebelum dan setelah ia bertemu dengan Syams. 

Rumi menggunakan imagery (pencitraan) baik di prosa maupun puisinya. Ia merupakan penulis paling produktif yang menulis 3.200 ode (sajak lirik) dengan lebih dari 34.600 bait, menggunakan perumpamaan yang mengacu kepada Allah dan refleksi-Nya dalam segala hal.

Karya-karya terbesar Maulana Rumi adalah “Diwan Syams Tabrizi” dan “Mathnawi” yang menjadi bukti betapa luas pengetahuan ensiklopedisnya tentang dunia.

Sosok Maulana Rumi sangatlah penting, sampai-sampai empat negara modern mengklaim ia sebagai milik mereka. 

Di antaranya; Afghanistan, karena ia lahir di Balkh, Uzbekistan dengan alasan Rumi sempat tinggal di Samarkand semasa kecil.

Kemudian, Turki karena ia lama tinggal, bekerja, dan meninggal di Konya, dan terakhir, Iran, mengingat keluarga Rumi adalah orang Persia (Persians) dan ia juga menulis karya-karyanya menggunakan bahasa Persia.

Namun, dengan terang-terangan Rumi menggambarkan dirinya sendiri lewat puisi-puisinya bahwa ia tidak dimiliki negara dan bangsa manapun, dan cinta yang ia miliki sangatlah luas melampaui agama dan ras.

Hal itu lah yang membuat Rumi menjadi penyair terlaris di dunia Barat. Banyak selebriti yang terpengaruh olehnya, bahkan beberapa orang sengaja mempelajari bahasa Persia hanya untuk bisa membaca karya-karya Rumi dalam bahasa aslinya.

17 Desember 1273, Rumi pun wafat. Ia meninggalkan wasiat yang berisikan permintaan kepada Syekh Sadr al-Din Qunavi, untuk menyalatkannya. 

Ia dimakamkan bersampingan dengan makam sang ayah di Konya. Banyak orang sering datang berziarah ke makamnya. ***

_____

Sumber Konten oleh: Twitter @putriiokt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *