Kasus Covid-19 Naik, Para Pimpinan Daerah Batam Sepakat 𝗞𝗲𝘁𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗮𝗴𝗶 Disiplin Prokes

Kabar Baik dari Batam

Kasus Covid-19 Naik, Para Pimpinan Daerah Batam Sepakat 𝗞𝗲𝘁𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗮𝗴𝗶 Disiplin Prokes

2 min read

> Penegakan Disiplin hingga Lebaran, Personel & Jam Razia Ditambah: Pagi, Siang, Malam 

TAK MAIN-MAIN, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam menyepakati penegakkan disiplin protokol kesehatan (prokes) guna menekan penyebaran Covid-19 harus ditingkatkan lagi. 

Keputusan ini diambil dalam rapat Forkopimda bersama instansi vertikal dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam, terkait dengan perkembangan kasus Covid-19 dan penanganan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Selasa (20/4/2021).

“Kami sepakat bahwa penegakkan disiplin harus ditingkatkan,” ucap Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), saat memimpin rapat penting ini, di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Batam Center.

Sejatinya, rapat ini menindaklanjut rapat bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Senin (19/4/2021). 

Penegakan disiplin bukan tanpa alasan, perkembangan Covid-19 meningkat. “Kini yang masih dirawat 425 orang (kasus lokal Batam). Ini belum termasuk yang datang dari luar negeri (PMI) sebanyak 85 orang yang dirawat di RSKI Galang,” ungkap dia.

Tambah Jumlah Personel & Jam Razia

Selama ini tim yang melakukan penegakan di lapangan terdiri dari 80 personel gabungan, dengan intensitas kegiatan dua kali dalam seminggu. Selanjutnya, jumlah personel serta intensitas tersebut akan ditambah. Soal jumlah akan disusun lebih lanjut.

“Karena personel ditambah, jadinya penegakan dilakukan pagi, siang dan malam. Ini akan berjalan terus, hingga Lebaran nanti,” kata dia.

Rapat ini juga menghasilkan beberapa keputusan lain, seperti peniadaan open house  buka puasa bersama pejabat untuk tahun ini. Selanjutnya takbiran cukup dilakukan di masjid, penyelenggaran tarawih berjamaah dan salat id yang dilaksanakan dengan menerapkan prokes yang ketat.

“Semua ini dilakukan dengan harapan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tidak ada lagi klaster baru. Tentu kita semua ingin Batam segera terbebas dari pandemi ini dan semua wilayah menjadi zona hijau,” papar HMR. ***

________

Sumber: 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐂𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *