Hadeuh… Zona Merah Makin Banyak, Masih Saja Ada Tempat Usaha Abaikan Prokes

Kabar Baik dari Batam

Hadeuh… Zona Merah Makin Banyak, Masih Saja Ada Tempat Usaha Abaikan Prokes

2 min read

KEPALA Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Salim, mendatangi sejumlah titik keramaian seperti tempat usaha, Rabu (21/4/2021) malam. 

“Temuan di lapangan, para pelaku usaha masih didapati tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes) sesuai dengan Perwako Nomor 49, Tahun 2020,” ujar Salim, Kamis (22/4/2021).

Tindakan Satpol-PP ini sesuai dengan arahan Wali Kota Batam H Muhammad Rudi, untuk mengintensifkan petugas dalam menegakkan  prokes agar masyarakat tidak abai.

Salim melaporkan, terdapat dua titik yang didatangi Rabu malam tersebut; Batamkota dan Bengkong, dengan kekuatan melibatkan tim Satpol PP, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam.

Ikut juga Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DBM PTSP) Kota Batam, Bagian Hukum Setdako Batam, Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, TNI-Polri, dan Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Salim merinci, di Kecamatan Batamkota saja, petugas menemukan rata-rata pengusaha kafe dan kuliner di Pasar Mega Legenda, melanggar ketentuan jarak tempat duduk. Antara meja dengan meja dan kursi dengan kursi, tidak sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan.

“Masih di Mega Legenda, petugas melayangkan Surat Peringatan 3 untuk kafe Sudut Cafe  karena melanggar pengaturan jarak yang tidak sesuai dengan ketentuan prokes,” tegasnya.

Selain ke Batamkota, petugas bergerak ke Bengkong, kawasan Golden Prawn. Di lokasi itu, petugas mendatangi Cafe Golden King, dan Pujasera Golden King. 

Pasalnya, di dua lokasi itu, petugas mendapati tidak ada pengaturan jarak meja dengan meja, dan kursi dengan kursi, tidak sesuai dengan aturan protokol kesehatan.

“Kita layangkan Surat Peringatan Pertama,” ujarnya.

Salim mengimbau, seluruh para pelaku usaha agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Sedang bagi pengunjung, agar selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak. 

Pihaknya juga memberikan contoh jarak antara meja dengan meja dan jarak antara kursi dengan kursi.

“Kita kembali mengingatkan pemilik tempat usaha agar tetap menata meja dan kursi seperti yang kita berikan contoh,” jelasnya.

Bagaimana kalau surat teguran atau pernyataan yang telah ditandatangani para pelaku usaha diabaikan atau terulang lagi?

“Maka sanksi akan ditingkatkan sesuai Perwako 49/2020, berupa sanksi sosial dan denda materi atau pencabutan izin usaha,” ujarnya. ***

__________

Sumber: 𝐌𝐞𝐝𝐒𝐚 π‚πžπ§π­πžπ« 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *