Marlin Sambut Kepri jadi Jalur Penting Muhibah Budaya & Festival Jalur Rempah 2021

Kabar Baik dari Batam

Marlin Sambut Kepri jadi Jalur Penting Muhibah Budaya & Festival Jalur Rempah 2021

2 min read

DIREKTUR Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Restu Gunawan, beraudiensi dengan  Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina tentang pelaksanaan “Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021” yang direncanakan melalui Kepri.

Pada kegiatan yang digelar di ruang rapat utama, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, tersebut wagub menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri menyambut baik kegiatan ini. 

Sebab jadi salah satu wahana untuk mengenalkan kepada generasi muda akan kejayaan wilayah perairan wilayah Indonesia, khususnya Kepulauan Riau.

“Salah satu titik persinggahan KRI Dewa Ruci yang membawa utusan-utusan dari seluruh provinsi di Indonesia nanti adalah Kepri, khususnya Pulau Bintan. Saya harap, bisa mengenalkan Kepri tak hanya dalam jejak sejarah jalur rempah, juga segala potensinya,” kata Wagub Marlin.

Menurut Wagub Marlin, dalam sejarah terbukti bahwa laut merupakan jembatan penghubung  ekonomi dan budaya. Salah satu titiknya adalah Pelabuhan Riau, yang letaknya di Sungai Carang, Tanjungpinang. 

Kawasan ini berkembang pesat sebagaj sektor perdagangan pada awal abad 18. Letaknya yang strategis di jalur dagang Selat Melaka. 

“Ramainya jalur perdagangan pada saat itu membawa dampak sampai saat ini, di mana daerah kita menjadi kaya dengan khazanah budaya, kuliner, dan ramu-ramuan,” kisah wagub.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga diharap akan membuka jalur pemasaran produk-produk UMKM lokal yang tepat.

“Mudah-mudahan Pandemi Covid-19 cepat berlalu, sehingga Kepri dapat terus berkontribusi kepada program jalur rempah ini di tahun-tahun berikutnya,” harapnya.

𝗗𝗶𝘂𝘀𝘂𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗪𝗮𝗿𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Restu Gunawan, menyampaikan bahwa Program Muhibah Budaya Jalur Rempah ini akan diusulkan menjadi warisan budaya dunia.

Selain program ini, melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya di Kepri juga terdapat program desa pemajuan kebudayaan. 

Saat ini, ada 15 desa di Kepri yang difasilitasi untuk program tersebut yang tersebar di Anambas, Bintan, dan Tanjungpinang. 

“Dengan pendekatan komunitas, akan mendorong kemajuan kebudayaan di desa itu dengan tujuan mengadakan festival ataupun pengembangan UMKM melalui e-commerce,” tutupnya.

Audiensi ini turut dihadiri Pamong Budaya Ahli Utama Dirjen Kebudayaan Sri Hartini, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepri Toto Sucipto, Tim Jalur Rempah, Staf Ahli Gubernur Kepri Bidang Ekbang Eko Sumbaryadi, Kadis Pendidikan M. Dali, dan Kadis Kebudayaan Yerri Suparna. ***

______

Sumber: Humas Pemprov Kepri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *