I N S I G H T

Kabar Baik dari Batam

I N S I G H T

2 min read

DI KALANGAN ulama Islam, Imam Al-Ghazali dikenal sebagai seorang ulama besar sebagai penyandang gelar “Hujjatul Islam” yang artinya “Pembela Islam.”

Apakah Islam boleh dibela? Tentu, tapi dengan ilmu pengetahuan. Imam Al-Ghazali memang brilian. Banyak menguasai ilmu keagamaan yang dia tuangkan dalam 200 judul kitab. 

Dia digelar sebagai hujjatul Islam, karena belaannya yang cukup mengagumkan terhadap Islam, terutama terhadap beberapa ajaran yang dibawakan oleh kaum Batiniah.

Salah satu ajaran Batiniah yang diserang olehnya adalah ajaran akidah mereka yang menyatakan bahwa imam bersifat maksum (terpelihara dari berbuat dosa, red). 

Secara gencar dan jelas Imam Al-Ghazali telah menunjukkan kesesatan kaum batiniah ini dalam bukunya Fadaa’ih al-Batiniyyah (kesesatan-kesesatan kaum batiniah).

Imam Al-Ghazali tidak hanya mengajukan argumentasi-argumentasi Alquran dan sunah, tetapi juga dengan argumen logika yang konsepsional, sistematis, dan ilmiah. 

Dengan pembelaan terhadap ajaran Islam yang benar sesuai dengan Alquran dan sunah ini, membuat Imam Al-Ghazali di kalangan para ulama sezamannya sebagai seorang hujjatul Islam yang tiada tandingannya di waktu itu.

Hal lain yang diserang oleh Imam Al-Ghazali adalah kaum filosof yang telah memasukkan metode pemikiran Yunani ke dunia Islam. 

Ia menyerang pendapat mereka yang menyatakan bahwa alam itu qadim (tidak mempunyai permulaan dan tidak berakhir), pembangkitan yang terjadi di akhirat bersifat rohani bukan jasmani, serta Allah tidak mengetahui yang juz’iyah (parsial, terperinci) yang ada di alam ini. 

Dengan tiga pernyataan kaum filosof tersebut, maka mereka dianggap oleh Imam Al-Ghazali telah keluar dari ajaran Islam atau kafir.

Imam Al-Ghazali dalam mengemukakan argumen terhadap pernyataan itu secara panjang lebar telah menunjukkan kesesatan kaum filosof tersebut dalam bukunya Tahafut al-Falasifah (Kekeliruan Para Filosof). 

Dalam bukunya ini dia berargumen berdasarkan Alquran dan sunah juga dengan metode logika sebagaimana yang dilakukan oleh kaum filosof sendiri. 

Dari dua pembelannya tentang kesesatan kaum batiniah dan kaum filosof inilah Imam Al-Ghazali diberi gelar hujjatul Islam. 

“Jiwa manusia itu seperti cermin yang memantulkan bayangannya. Kebajikan akan membuat jiwa itu bersinar, sementara keburukan akan membuatnya gelap,” ujar Al-Ghazali. ***

_________

Foto ilustrasi: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina saat berbagi ilmu dengan jemaah masjid di Lingga.

Klik juga Kata Batam Konvergensi Media: 

π‘Šπ‘’π‘π‘ π‘–π‘‘π‘’: β„Žπ‘‘π‘‘π‘π‘ ://π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘š.π‘π‘œπ‘š/

πΌπ‘›π‘ π‘‘π‘Žπ‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘š: β„Žπ‘‘π‘‘π‘π‘ ://𝑀𝑀𝑀.π‘–π‘›π‘ π‘‘π‘Žπ‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘š.π‘π‘œπ‘š/π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Ž_π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘š/  ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *