Tak Ada Pilihan Lagi untuk Pelaku Usaha yang Langgar Prokes, HMR Perintahkan: Tutup!

Kabar Baik dari Batam

Tak Ada Pilihan Lagi untuk Pelaku Usaha yang Langgar Prokes, HMR Perintahkan: Tutup!

2 min read

WALI KOTA BATAM H Muhammad Rudi (HMR), tak mau main-main lagi untuk menyelamatkan masyarakat Batam dari Covid-19 yang kasusnya terus meningkat. Dia perintahkan Satuan Polisi Pamong Praja Batam untuk beri sanksi tegas kepada pelanggar protokol kesehatan (prokes).

“Tak ada pilihan lagi. Khusus tempat usaha jika sampai tiga kali melanggar prokes, langsung tutup,” tegasnya dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Batam di panggung utama Dataran Engku Putri, Selasa (4/5/2021) pukul 09.00 pagi.

Menurut HMR, kalau diberi opsi denda uang Rp1 juta, tentu tempat usaha akan pilih didenda. Sebab, masih bisa ditutup dengan hasil usaha. “Tak usah ada pilihan (denda uang) lagi. Langgar, tutup,” tegasnya.

HMR wajar tegas, mengingat jumlah kasus Covid-19 di Batam kian meningkat. Kalau tak cepat ditangani, dikhawatirkan terjadi ledakan. Apalagi diprediksi, selain India, ada dua negara lain yang akan mengalami tsunami Covid-19.

“2020 lalu kita bisa membuat kurva Covid-19 di Batam melandai. Dari zona merah menjadi hijau. Syaratnya disiplin prokes. Kalau dulu bisa, InshaAllah sekarang berhasil. Karena caranya sudah ada,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Batam Salim melaporkan bahwa hingga saat ini pihaknya, bersama tim gabungan, sudah melakukan sembilan kali patroli pengawasan.

“Sore hari kami sisir bazar Ramadan, sedangkan malam hari sasaran kami adalah puja sera, tempat hiburan, serta tempat nongkrong lainnya,” jelasnya.

Dalam operasi tersebut, pihaknya berhasil menjaring 66 pelaku usaha yang terbukti langgar prokes. “Umumnya pengunjung tak memakai masker dan tak ada pengaturan jarak tempat duduk,” terang mantan Kadis Komunikasi dan Informatika Kota Batam ini.

Terkait pelanggaran ini, pihaknya sudah memberi sanksi tegas. Pilihannya denda uang atau penutupan selama 3 hari. “Umumnya mereka lebih memilih bayar denda,  masing-masing Rp1 juta,” terangnya.

Selain itu Salim melapor, razianya juga menyasar perorangan. “Sudah 230 orang terjaring tak pakia masker. Namun kami beri sanksi persuasif,” terangnya.

Selanjutnya Salim menyampaikan adanya penambahan jam patroli prokes, dari hanya 20 kali, jadi hingga 60 kali perbulan. Namun hal ini tak bisa dilakukan karena terkendala anggaran.

Mendengar ini, Wali Kota Batam H Muhammad Rudi langsung memutuskan agar segera dianggarkan.

“Selesaikan saja soal anggaran ini, agar tim bisa langsung turun,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *