Gebrakan HMR Dinilai Beri Pengaruh Positif dalam Meningkatkan Perekonomian di Batam

Kabar Baik dari Batam

Gebrakan HMR Dinilai Beri Pengaruh Positif dalam Meningkatkan Perekonomian di Batam

2 min read

DATA dan fakta menyebut, banyak kemajuan yang telah dicapai setelah Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), merangkap sebagai Kepala Badan Pengusahaan Batam. 

Hal ini diungkap anggota Komisi VI DPR RI Dapil Kepri, Drs H Nyat Kadir. Tentu saja hal ini memberi pengaruh positif dalam meningkatkan perekonomian di Batam.

“Wali Kota Batam Ex Officio Kepala BP Batam sudah tepat,” jelasnya sebagaimana dikutip dari Batam Click.

Penggabungan dua lembaga tersebut  sehingga dualisme menjadi hilang. Pemko Batam dan BP Batam telah seiring sejalan untuk membangun Kota Batam.

Anggota Komisi VI DPR RI yang juga mitra kerja BP Batam itu mengatakan, sejak PP 62 tahun 2019 tentang Perubahan kedua atas PP 46 2007 tentang KPBPB Batam, yang mengamanatkan adanya restrukturisasi organisasi BP Batam, pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2019 malah naik signifikan mencapai lebih dari 1 persen.

Berdasarkan data BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Batam pada tahun 2019 mencapai angka 5,92 persen dibanding dengan tahun sebelumnya hanya mencapai 4,56 persen. Capaian itu menunjukan pembangunan di Kota Batam sudah pada jalur yang tepat.

“Capaian itu sangat bagus melebihi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5.01 persen dan provinsi Kepri tumbuh 4,89 persen di tahun 2019,” ujar  anggota Mahkamah Kehormatan Dewan itu.

Nyat mengaku telah mengevaluasi lebih dari satu tahun dan ini didukung dengan data dan fakta bahwa banyak kemajuan yang telah dicapai setelah wali kota merangkap sebagai Kepala BP Batam.

Anggota DPR RI dua periode itu mengatakan dari laporan BP Batam ke Komisi VI, terdapat

pertumbuhan nilai investasi pada triwulan pertama 2020 sangat menggembirakan, malah sudah melebih target. yakni 52 persen. 

Target investasi masuk USD 225 juta malah melebihi target menjadi 473 juta USD. Negara yang melakukan investasi adalah Republik Rakyat Tiongkok, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

Selama satu tahun 2020,  BP Batam menargetkan investasi  Rp14,6 triliun, malah  realisasinya melebihi target hingga mencapai Rp22,3 triliun.  

Realisasi investasi tersebut yakni nilai investasi dari Penanam Modal Asing (PMA) senilai US$643.031.000 atau Rp9.388.262.600.000. Sementara Penanam Modal daerah (PMD) mencapai Rp13 trliun.

Realisasi investasi yang melebihi target pada tahun 2020,  saat penyebaran Covid yang sedang tinggi , bukankah hal yang luar biasa.  Ini menunjukkan kinerja BP Batam dalam pelayanan investasi dengan menerapkan PTSP, OSS dan layanan digital lainnya terbukti efektif.

Nyat Kadir kembali menilai wali kota ex officio Kepala BP Batam merupakan produk sukses dari pemerintah pusat. Sehingga menurut Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) VI, Fraksi Partai Nasdem itu, perlu dilanjutkan. Sebab selama ini sudah berjalan bagus. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *