Taman di Atas Laut jadi Sederet Bukti Konkret Pembangunan yang Digagas HMR

Kabar Baik dari Batam

Taman di Atas Laut jadi Sederet Bukti Konkret Pembangunan yang Digagas HMR

2 min read

SEJAK MENAKHODAI Pemerintah Kota Batam, Wali Kota H Muhammad Rudi (HMR) gencar membangun infrastruktur. Tentu saja yang memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan perekonomian di Batam.

Satu dari sederet bukti konkretnya adalah, gagasan HMR, dalam hal ini Pemko Batam, dalam menata Kampung Tua Tanjungriau, Kecamatan Sekupang. Mulai dari menyusun Detail Engineering Design (DED), hingga melobi Kementerian PUPR untuk membantu anggaran pembangunannya.

Hasilnya, kini kampung tua itu tak hanya berubah menjadi salah satu destinasi wisata baru, juga menjadi pilot project program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

HMR mengatakan, ada dua sumber anggaran untuk pembangunan Kotaku Tanjungriau. Pertama berasal dari APBN sebesar Rp15 miliar dan kedua adalah APBD Kota Batam sebesar Rp1,562 miliar.

“Jadi sejarahnya itu Pemko Batam yang mengusulkan kepada Kementerian PUPR, supaya Kampung Tua Tanjungriau ini bisa dijadikan pilot project program Kotaku,” kata HMR saat meninjau langsung di Tanjungriau, Minggu (9/5/2021).

𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗗𝗶𝗴𝗮𝗴𝗮𝘀 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗸 𝟮𝟬𝟭𝟴 𝗟𝗮𝗹𝘂

Penataan Kotaku sudah direncanakan sejak tahun 2018 silam. Kemudian pengerjaan dilakukan tahun 2019. 

Awal tahun 2020 proyek ini sempat dihentikan sementara karena dampak penyebaran Covid-19, namun akhirnya dapat diselesaikan tahun 2021. 

Proyek Kotaku ini juga menjadi bagian dari upaya Pemko Batam dalam menyelesaikan 37 titik Kampung Tua di Kota Batam. Kampung Tua Tanjungriau adalah salah satu kampung tua yang masyarakatnya sudah menerima sertifikat hak milik.

“Jadi prosesnya ini panjang dan ini juga janji kami berdua (Bersama Wakil Wali Kota Batam, H Amsakar Achmad) untuk menyelesaikan masalah kampung tua,” katanya.

Karena itu pihaknya sangat menyayangkan adanya klaim-klaim sepihak dari sejumlah kalangan terkait pembangunan Kotaku di Tanjungriau. 

Pasalnya sejak awal hanya Pemko Batam yang mengusulkan pembangunan di Tanjungriau.

“Kalau hari ini ada yang klaim memperjuangkan, saya juga bingung jadinya. Kapan memperjuangkannya. Karena dari mulai merencanakan hingga mengusulkan ke Kementerian PUPR dilakukan Pemko Batam semua,” katanya.

𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗝𝘂𝗮𝗹 𝗦𝗲𝗿𝘁𝗶𝗳𝗶𝗸𝗮𝘁 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗞𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴 𝗧𝘂𝗮

Pada kesempatan itu, HMR juga meminta agar masyarakat tidak menjual beli sertifikat yang dimiliki. 

Kampung tua yang tidak bermasalah lagi akan ditata menjadi cantik. Sehingga ke depan dapat menjadi tujuan wisata dan dapat dikunjungi wisatawan mancanegara.

“Inilah kita tunjukan kepada turis manca negara. Karena, di negara maju tidak ada kampung seperti ini. Kalau Kotaku Tanjungriau kita akan pasang jaring-jaring di bawah perumahan biar sampahnya tak masuk. Secara bertahap akan dikerjakan nanti,” ucapnya.

Kampung Tua Tanjung Riau  menjadi pilot project Kampung Tua Kotaku. Adapun penataan skala kawasan kampung tua meliputi area gapura, plaza, ruang terbuka, pelantar, pusat pertemuan dan lainnya. Bahkan, sejumlah kampung tua lainnya akan menjadi target selanjutnya. Seperti Tanjung Uma, Batu Merah, Nongsa.

“Intinya saya ingin Tanjung Riau ini menjadi contoh Kampung Tua Kotaku. Kalau ini selesai saya bisa bergeser ke kampung tua lainnya. Mungkin Tanjunguma, Batumerah mungkin juga ke Nongsa. Kalau bisa, dua atau tiga kampung tua sekaligus kita bangun,” jelasnya saat itu. ***

______

 Sumber: 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐂𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *