Jas Merah! Dari Nol, HMR Menggagas Penataan Kampung Tua Tanjungriau

Kabar Baik dari Batam

Jas Merah! Dari Nol, HMR Menggagas Penataan Kampung Tua Tanjungriau

2 min read

“𝐽𝑎𝑑𝑖 𝑚𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑑𝑖𝑙𝑖ℎ𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎𝑎𝑛 ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖, 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑔𝑎𝑔𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑃𝑒𝑚𝑘𝑜 𝐵𝑎𝑡𝑎𝑚…”

JANGAN SEKALI-KALI meninggalkan sejarah (Jas Merah). Selalu ada sejarah di balik terciptanya karya-karya besar. Jangan lupakan kerja keras penggagasnya, agar tak gampang diklaim orang lain. 

Demikian jua tentang penataan Kampung Tua Tanjungriau, yang kini menyita banyak perhatian karena keindahannya itu.

Kepala Dinas Perakimtam Kota Batam Eryudi Apriadi menjelaskan awal mula sejarah penataan kampung tua tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan bagian upaya penuntasan permukiman kumuh Kota Batam dengan luas penanganan 19 hektare. 

Dari identifikasi permasalahan kekumuhan yang ada di kampung itu, terutama pada masih belum memadainya jalan penghubung antar rumah, sanitasi yang tidak layak berupa pembuangan air limbah dan persampahan.

“Dengan karakteristik sebagian rumah di atas laut, maka dilakukan penataan pesisir dengan melakukan pembatasan zona permukiman,” kata Eryudi.

Dengan merencanakan Jembatan Lingkar sekaligus pelantar penghubung antar rumah-rumah warga. 

Selain itu direncanakan pengelolaan sanitasi dan fasilitas pendukung lainnya. Secara keseluruhan konsep desain ini melakukan penataan komperhensif dan terintegrasi.

Sosialisasi pertama secara umum dilakukan langsung oleh Pemerintah Kota Batam dalam hal ini Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), dengan pemaparan langsung di depan seluruh masyarakat Tanjungriau, di lapangan bola bagian depan, pada saat Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Tanjungriau Tahun 2019. 

“Kemudian secara terus menerus dilakukan sosialisasi kepada warga terutama yang terdampak langsung dengan rencana pembangunan,” katanya.

Dari konsep yang sudah direncanakan ini, Wali Kota Batam mengusulkan rencana ini untuk dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Kotaku. 

Dalam usulan awal, diajukan jembatan lingkar yang lebih panjang, penataan lapangan sepak bola, akses masuk, plaza di atas laut, toilet dan pendukung lainnya dengan ajuan anggaran sebesar Rp35 miliar.

“Dari hasil pembahasan, usulan yang diajukan disetujui sebesar Rp15 miliar untuk dilaksanakan,” katanya.

Adapun anggaran tersebut diperuntukan untuk pembangunan pelantar lingkar sepanjang 469 meter, pelantar penghubung 329 meter, perbaikan jalan akses masuk 384 meter.

Kemudian ada pedestarian 500 meter, gerbang, papan signed di gerbang, drainase jalan masuk 878 meter, publik toilet, plaza utama, jaring sampah 469 meter, tong sampah dan lampu penerangan.

Karena ada beberapa pekerjaan yang perlu penambahan, selanjutnya 𝗣𝗲𝗺𝗸𝗼 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶 𝗔𝗣𝗕𝗗 𝘀𝗲𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗥𝗽𝟭,𝟱𝟲𝟮 𝗺𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿. 

Dengan rincian untuk Detail Engineering Design (DED) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), drainase lingkungan, instalasi pengolahan air dan limbah (IPAL) komunal, dan penerangan jalan umum.

“Kemudian untuk pembangunan lapangan futsal dan sepak takraw serta pembangunan taman,” ujarnya.

Selain itu Pemko Batam juga mengadvokasi instansi lain untuk berkolaborasi dalam penataan Tanjungriau ini. 

Anggaran advokasi ke instansi lainnya ini diantaranya sebesar Rp1,8 miliar. Digunakan untuk sertifikasi tanah masyarakat, RTLH sebanyak 151 unit dan IPAL Komunal.

“Jadi memang kalau dilihat dari perencanaan hingga pembangunan selesai, semua gagasan dari Pemko Batam,” katanya. ***

______

 Sumber: 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐂𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *