Usai Salat Id, Jefridin Tak Kuasa Menahan Rasa Haru saat Bersimpuh di Pangkuan Ibunda

Kabar Baik dari Batam

Usai Salat Id, Jefridin Tak Kuasa Menahan Rasa Haru saat Bersimpuh di Pangkuan Ibunda

2 min read

IDULFITRI selalu menjadi momentum yang tak terlupakan. Biasanya di momen tersebut, orang akan saling mengucapkan kata maaf kepada teman, keluarga, dan kerabatnya.

Momen ini jua yang dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam H Jefridin. Di hari pertama lebaran ini, Kamis (13/5/2021), ia bersimpuh di pangkuan sang bunda Hj. Fatina Binti H. Comel, sebagai ungkapan permohonan maafnya.

Hal ini dilakukan Jefridin usai salat Id di Masjid Baiturrahman, Kecamatan di Sekupang.

Suasana haru pun menyeruak. Terlihat Bang Jef, sapaan akrabnya, tidak bisa menahan kesedihannya. Sementara ibundanya, mengusap kepala Jefridin dengan haru.

Jefridin tidak bisa menahan haru lantaran teringat bagaimana dulu ibunda yang dipanggilnya “Emak” ini, berjuang membesarkannya. 

“Alhamdulillah, Allah beri Mak umur panjang dan kini berkumpul bersama kami di rumah,” ucapnya. 

𝗧𝗮𝗸 𝗔𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝘁𝗼𝗸𝗼𝗹 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻

Sebelumnya, Jefridin dan keluarga besarnya sudah berbaur dengan para jemaah. Dengan berbusana teluk belanga, Jefridin menyapa dan mengingatkan jemaah terkait protokol kesehatan.

“Merayakan kemenangan tidak berarti mengabaikan protokol kesehatan,” ujar Jefridin.

Jefridin pun mengapresiasi pengurus masjid yang mampu mengatur jarak dan mewajibkan jemaah memakai masker. Bahkan, jemaah juga tidak diperkenankan bersalaman.

“Ini yang ingin kita pastikan. Semoga, dengan semua patuh protokol kesehatan ini, kita berhasil keluar dari pandemi,” ujar suami Hj Hariyanti Jefridin ini.

Dalam salat yang dipimpin Muhammad Faizal dan sebagai khatib Asep Izuddin itu, jemaah dibagi dua; di dalam masjid dan di halaman masjid. 

Semua jemaah melaksanakan salat dengan berjarak sesuai protokol kesehatan. Usai salat, masing-masing jemaah saling bermaafan tanpa melaksanakan salam-salaman.

“Silaturahmi tahun ini harus beradaptasi di masa pandemi. Melalui ini pula, saya pribadi, keluarga dan mewakili Pemko Batam, menyampaikan minal aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Sekda.

Usai salat di Masjid Baiturahman, Jefridin langsung melaksanakan tradisi sungkeman. Pertama yang ditemui Jeridin adalah sang ibu. Ia bersujud dan menyampaikan maaf di hari yang fitri tersebut.

Usai dari kediaman sang ibu di Batuaji, Jefridin pun menuju kediaman Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Datok Nyat Kadir kediamannya di Sekupang untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. 

Jefridin juga menyampaikan, dalam perayaan kali ini fokus dengan keluarga. Pasalnya, dirinya tak boleh mengundang banyak warga, mengingat masih dalam kondisi pandemi.

“Meski tak bertemu, silaturahmi bisa kita jalankan melalui telepon maupun aplikasi perpesanan. Meski di masa pandemi, silaturahmi dengan adaptasi baru ini tak mengurangi makna Idulfitri,” ujarnya.

Usai melaksanakan rangkaian perayaan Lebaran itu, Jefridin pun menyempatkan diri menuliskan pantun khusus di momen lebaran tersebut. 

𝘚𝘦𝘮𝘢𝘵 𝘴𝘶𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘴𝘪 𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪

𝘛𝘦𝘯𝘶𝘯 𝘴𝘰𝘯𝘨𝘬𝘦𝘵 𝘱𝘢𝘬𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪𝘯

𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘐𝘥𝘶𝘭𝘧𝘪𝘵𝘳𝘪

𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯

𝘉𝘦𝘥𝘦𝘭𝘢𝘶 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘫𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯

𝘔𝘰𝘵𝘪𝘧 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘵𝘪

𝘞𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘣𝘢𝘵 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘥𝘪𝘱𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘵𝘶𝘭𝘶𝘴 𝘩𝘢𝘵𝘪. ***

_______

Sumber: Media Center Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *