Kabar Baik di Hari Baik, Perlahan Langkah HMR Berhasil Tekan Kasus Covid-19

Kabar Baik dari Batam

Kabar Baik di Hari Baik, Perlahan Langkah HMR Berhasil Tekan Kasus Covid-19

2 min read

LANGKAH Pemerintah Kota Batam, dalam hal ini Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR) menurunkan kasus Covid-19 di Kota Batam, dengan pengetatan protokol kesehatan, kembali membuahkan hasil.

Data terbaru, per 12 Mei 2021, sejumlah kecamatan seperti Belakangpadang dan Seibeduk yang beberapa waktu lalu berada di zona merah, kini mulai berubah jadi oranye.

Jumlah kasus harian pun menurun. Pernah membukukan kasus rata-rata harian 70 kasus sepanjang April 2021, kini rata-rata sudah di bawah 50 kasus. Bahkan, 20-30 kasus per hari.

Meski kondisi mulai membaik, Wali Kota Batam tetap mengingatkan warga Batam untuk tetap waspada. 

“Intinya protokol kesehatan jangan sampai kendor,” kata Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) di Dataran Engku Putri, Kamis (13/5/2021). 

Seperti diketahui, Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), tak mau main-main lagi untuk menyelamatkan masyarakat Batam dari Covid-19 yang kasusnya terus meningkat. Dia perintahkan Satuan Polisi Pamong Praja Batam untuk beri sanksi tegas kepada pelanggar protokol kesehatan (prokes).

“Tak ada pilihan lagi. Khusus tempat usaha jika sampai tiga kali melanggar prokes, langsung tutup,” tegasnya dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Batam di panggung utama Dataran Engku Putri, Selasa (4/5/2021) pukul 09.00 pagi.

HMR wajar tegas, mengingat jumlah kasus Covid-19 di Batam kian meningkat. Kalau tak cepat ditangani, dikhawatirkan terjadi ledakan. Apalagi diprediksi, selain India, ada dua negara lain yang akan mengalami tsunami Covid-19.

“2020 lalu kita bisa membuat kurva Covid-19 di Batam melandai. Dari zona merah menjadi hijau. Syaratnya disiplin prokes. Kalau dulu bisa, InshaAllah sekarang berhasil. Karena caranya sudah ada,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Batam Salim melaporkan pihaknya, bersama tim gabungan, sudah melakukan patroli pengawasan prokes.

Dalam operasi tersebut, pihaknya berhasil menjaring 66 pelaku usaha yang terbukti langgar prokes. “Umumnya pengunjung tak memakai masker dan tak ada pengaturan jarak tempat duduk,” terang mantan Kadis Komunikasi dan Informatika Kota Batam ini.

Selain itu Salim melapor, razianya juga menyasar perorangan. “Sudah 230 orang terjaring tak pakia masker. Namun kami beri sanksi persuasif,” terangnya.

Selanjutnya Salim mengusulkan agar ada penambahan jam patroli prokes, dari hanya 20 kali, jadi hingga 60 kali perbulan. Namun hal ini tak bisa dilakukan karena terkendala anggaran.

Mendengar ini, Wali Kota Batam H Muhammad Rudi langsung memutuskan agar segera dianggarkan.

“Selesaikan saja soal anggaran ini, agar tim bisa langsung turun,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *