I N S I G H T

Kabar Baik dari Batam

I N S I G H T

2 min read

KITA SELAMA INI AKRAB dengan gerakan hormat militer, dengan mengangkat lengan sekira 45 derajat serta telapak tangan menghadap ke bawah. Bagaimana sejarahnya?

Pada dasarnya, hormat militer adalah gestur atau tanda niat berdamai — seorang prajurit menunjukkan bahwa tangan kanannya terbuka dan tak memegang senjata apa pun. 

Namun, mengapa tangan harus diangkat ke kepala? Ada beberapa penjelasan, salah satunya berhubungan dengan kode kekesatriaan. 

Dahulu, para kesatria mengangkat pelindung mata pada helm mereka untuk melihat orang yang mereka sapa. 

Namun, ada alasan yang lebih masuk akal: Sebagaimana termaktub di buku ‘Field Guide to Gestures: How to Identify and Interpret Virtually Every Gesture Known to Man’, ada pula yang menyebutkan sikap hormat tangan ini berasal dari gesture sapaan “tip of the hat”.

Gerakan ini biasa dilakukan untuk saling menyapa kawan maupun lawan dengan sikap seolah-olah sedikit mengangkat topi. Sementara soal penggunaannya di kalangan militer, disebutkan US Army Quartermaster Center & School, tradisi hormat dipopulerkan militer Inggris di awal tahun 1745.

Gesture-nya hampir sapa dengan sikap hormat “tip of the hat”. Hanya saja, hormatnya betul-betul sedikit mengangkat topi dengan disertai gerak membungkuk, bagi para bawahan kepada perwira di atas mereka.

Sekarang, hampir semua bentuk hormat mengikuti cara-cara militer Angkatan Darat dan Udara Inggris. Yakni gerakan mengangkat tangan hingga dahi tapi tidak menyentuh dan telapak tangan menghadap ke depan – bukan ke bawah.

Adapun gerakan hormat dengan telapak tangan menghadap bawah, kebanyakan beberapa negara, termasuk Indonesia, mengikuti sikap Angkatan Laut Inggris. Ada alasan tersendiri mengapa Angkatan Laut Inggris beda sendiri.

Semuanya bermula dari insiden Ratu Victoria pada abad ke-19, menerima salam hormat dengan telapak menghadap ke depan dari para awak kapal Angkatan Laut Inggris. Beberapa di antara mereka tangannya masih ada yang kotor, karena selalu berkutat dengan mesin-mesin kapal.

Sejak saat itulah, salam hormat khusus buat Angkatan Laut Inggris, tidak mengikuti dua matra lain di kemiliteran “Negeri Tiga Singa” tersebut. ***

_____

Sumber: RBTH & Okezone

Foto: ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *