Acara Keramaian Dilarang, Jam Buka Mal hingga Kafe juga Dibatasi sampai Pukul 21.00

Kabar Baik dari Batam

Acara Keramaian Dilarang, Jam Buka Mal hingga Kafe juga Dibatasi sampai Pukul 21.00

2 min read

“𝑌𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑙𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑝𝑒𝑠𝑡𝑎 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑝𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑖𝑘𝑎ℎ𝑎𝑛, 𝑎𝑞𝑖𝑞𝑎ℎ, 𝑠𝑢𝑛𝑎𝑡𝑎𝑛, 𝑠𝑦𝑢𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛, 𝑡𝑎𝑏𝑙𝑖𝑔ℎ 𝑎𝑘𝑏𝑎𝑟, 𝑡𝑎𝑏𝑙𝑖𝑔ℎ 𝑚𝑢𝑠𝑖𝑏𝑎ℎ, ℎ𝑖𝑏𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑚𝑎𝑙𝑎𝑚, 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑒𝑟 𝑚𝑢𝑠𝑖𝑘, 𝑠𝑒𝑚𝑖𝑛𝑎𝑟, 𝑏𝑖𝑚𝑡𝑒𝑘, 𝑝𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖ℎ𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠𝑛𝑦𝑎…”

PEMKO Batam kembali mengingatkan masyarakat untuk tak menggelar kegiatan yang dapat mengundang keramaian. Guna mencegah penyebaran Covid-19.

Larangan melaksanakan kegiatan keramaian guna pengendalian penyebaran Covid-19 tersebut, tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Batam No 22 Tahun 2021.

Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), mengatakan mempertimbangkan untuk keselamatan bersama masyarakat diimbau untuk tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan keramaian.

“Seperti pesta resepsi pernikahan, aqiqah, sunatan, syukuran, tabligh akbar, tabligh musibah, hiburan pasar malam, konser musik, seminar, bimtek, pelatihan dan sejenisnya,” kata HMR, Sabtu (22/5/2021).

Kemudian, seperti kegiatan akad nikah yang di laksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan dihadiri maksimal hanya 10 orang. Sedangkan untuk yang dilaksanakan di rumah ibadah maksimum hanya 30 orang dan dengan menjalankan protokol kesehatan.

HMR juga meminta agar membatasi jam operasional untuk pusat perbelanjaan/restoran, rumah makan, kedai kopi, kafe, bar, sampai pukul 21.00. 

Kemudian bagi para pelaku usaha juga wajib menjalankan protokol kesehatan, seperti menyemprotkan disinfektan, thermogan, memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan.

“Mengatur tempat duduk pengunjung dan membatasi pengunjung maksimal 50 persen,” katanya.

Kegiatan restoran atau rumah makan agar mengutamakan layanan pesan antar secara daring atau dibawa pulang sesuai jam operasional yang telah ditetapkan. Jika menyediakan makan ditempat maksimal 50 persen dari kapasitas meja dan kursi.

𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗜𝗯𝗮𝗱𝗮𝗵 𝗪𝗮𝗷𝗶𝗯 𝗞𝗲𝘁𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝗸𝗲𝘀 

“Untuk di rumah ibadah juga wajib melaksanakan protokol kesehatan. Menjaga jarak, mengukur suhu tubuh, membawa sajadah dan wudhu dari rumah dan lainnya,” jelasnya.

Sementara, untuk kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara online dan offline (dalam dan luar jejaring/daring dan luring). 

Untuk perguruan tinggi dibuka secara bertahap dengan percontohan yang ditetapkan dengan Perda atau Perkada dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk sektor kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, kontruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional atau objek tertentu kebutuhan sehari-hari yang berkaitan kebutuhan masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen.

“Dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat,” katanya.

Bagi masyarakat yang rentan dan berisiko tinggi terhadap Covid-19 seperti ibu hamil, menyusui dan lansia dianjurkan untuk menghindari keramaian dan tidak ke luar rumah atau stay at home.

Edaran ini berlaku sejak tanggal 24 Mei 2021 hingga 23 Juni 2021 dalam pelaksanaannya akan dilakukan evaluasi  dengan melihat perkembangan kondisi Covid-19.

“Surat ini ditujukan kepada seluruh lembaga pemerintah/swasta, pelaku/pengelola tempat usaha, pengurus rumah ibadah, penyedia jasa event/wedding organizer, camat dan lurah se-Kota Batam, RT/RW se-Kota Batam dan Seluruh Masyarakat Kota Batam,” jelasnya. ***

__________

Sumber: 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐂𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *