Aktif Gowes Lagi, Jefridin Coba Jalur Sepeda Permanen Taman di Atas Laut Tanjungriau

Kabar Baik dari Batam

Aktif Gowes Lagi, Jefridin Coba Jalur Sepeda Permanen Taman di Atas Laut Tanjungriau

2 min read

SETELAH rehat sepanjang bulan Ramadan, Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, kembali memulai aktivitasnya sebagai goweser.  

Di Minggu (23/5/2021) pagi, Jefridin bersama beberapa rekannya, bersepeda menjajal rute baru: Kotaku Tanpa Kumuh, Kampung TuaTanjungriau, Kecamatan Sekupang, yang tenar dengan taman di atas lautnya itu.

“Alhamdulillah gowes sambil menikmati udara segar dan pemandangan cantik tepi laut Kotaku Tanpa Kumuh Tanjungriau,” jelasnya.  

Pagi usai salat Subuh, Jefridin sudah berangkat dari rumahnya di Tiban 1. Dengan sepeda lipatnya dia membelah jalan sekitar 16 Km menuju lokasi yang kini menjadi ikon baru pariwisata Kota Batam, tersebut.

Setibanya di lokasi, dengan kecepatan santai, Jefridin langsung melahap jalur sepeda permanen yang membelah lautan kampung tua yang dibangun atas inisiatif murni Pemerintah Kota Batam, dalam hal inj Wali Kota Batam H Muhammad Rudi ini.

“Terima kasih ya Allah telah menganugrahkan negara kami yang cantik dan indah. Ayo kita jaga bersama lingkungan kita yang indah ini,” anjurnya.

Tak lupa Jefridin mengajak masyarakat Kota Batam untuk sering-sering gowes sepeda. Apalagi di masa pandemi Covid-19 kembali mengganas.

Bahkan, menurut Jefridin, sepeda harus dipandang bukan sekadar alat olah raga, tetapi juga alat transportasi dari satu tempat ke tempat lainnya.

“Tidak perlu pakaian khusus, sepatu khusus. Cukup sepeda, helm, pakai pakaian yang kita biasa pakai, dan jalan. Saya sering pakai batik, sering pakai safari saat bersepeda ke kantor. Karena memang sepeda sebagai alat transportasi. Kalau sudah terbiasa, jarak puluhan kilo tak terasa. Rileks saja,” dorong sekda yang pernah melalap jalur hingga 125 Km ini.

Gowes di Kota Batam saat ini semakin bersahabat, karena Wali Kota Batam H Muhammad Rudi sudah banyak membangun jalur sepeda khusus.

Yang terbaru selain di Sekupang, juga dari Bundaran Madani menuju Ocarina di Kecamatan Batamkota, terus berakhir di Kecamatan Bengkong.

“Maka itu, ayo manfaatkan semua fasilitas ini. Selain raga sehat, jiwa pun fresh kembali,” ujar suami Hj Hariyanti Jefridin ini. 

Usai dari Tanjungriau, rombongan kecil ini kembali ke Tiban 1 melalui tanjakan panjang Hotel Akasia. Total jalur yang sudah dilalui sepanjang 26 Km. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *