Jangan Khawatir, Wali Kota HMR Gratiskan Biaya Pasien OTG di Pusat Karantina Batam

Kabar Baik dari Batam

Jangan Khawatir, Wali Kota HMR Gratiskan Biaya Pasien OTG di Pusat Karantina Batam

2 min read

HINGGA TADI MALAM, lalu lalang mobil yang membawa orang tanpa gejala (OTG) Covid-19, terus berdatangan ke pusat karantina, Asrama Haji Batam, Batamcenter.

“Sore ini (Jumat, 28/5/2021) ada tambahan 130 pasien OTG. Total semua yang dikarantina di Asrama Haji ini ada 275 orang,” jelas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam Yusfa Hendri, kemarin.

Yusfa menjelaskan, bahwa Wali Kota Batam H Muhammad Rudi, dan Wakil Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, Jumat sore kemarin sudah meninjau ke Asrama Haji. 

Selain memberi semangat kepada tenaga medis dan pasien OTG, HMR menginstruskikan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Caranya membawa pasien positif yang isolasi mandiri di rumah ke pusat isolasi. 

“Jangan khawatir, Pemko Batam akan menanggung semua biaya perawatan pasien OTG tersebut,” jelas pria yang pernah mengepalai beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Batam ini.

Seperti diketahui, berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pasien positif tanpa gejala (OTG), tidak disarankan menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi cukup menjalankan isolasi mandiri selama 10 hari di rumah masing.  

Namun karena rasa peduli kepada masyarakatnya, Wali Kota HMR mengambil kebijakan agar isolasi mandiri OTG Covid-19 dilakukan secara terpusat.

“Di sisi lain sangat sulit bagi Pemko Batam untuk memantau jika OTG isolasi mandiri di rumah, mengingat jumlahnya cukup banyak. Belum lagi banyak yang tak disiplin, sehingga khawatir membuat kluster keluarga dan warga setempat,” jelasnya.

HMR, lanjut Yusfa, sudah memaksimalkan peran Puskesmas sebagai lini terdepan fasilitas kesehatan dalam penanganan pandemi, untuk memantau keberadaan OTG.

“Jika ada OTG, diminta langsung dibawa ke pusat isolasi agar dapat menerima pengobatan sejak dini dan mengantisipasi kondisi memburuk,” terang Yusfa.

Soal alasan kenapa Asrama Haji dipilih sebagai pusat karantina, karena memiliki kapasitas cukup banyak, dan dapat menampung hingga 800 orang. Gedung Shafa untuk OTG laki-laki dan Marwah untuk perempuan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *