Wagub Marlin Pecahkan Masalah Klasik Petani soal Distribusi Pupuk Bersubsidi

Kabar Baik dari Batam

Wagub Marlin Pecahkan Masalah Klasik Petani soal Distribusi Pupuk Bersubsidi

2 min read

SELAMA berkeliling ke beberapa kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Wakil Gubernur Kepri Hj Marlin Agustina kerap mendengar keluhan klasik petani soal distribusi pupuk bersubsidi.

“Ini merupakan masalah yang sudah berlarut-larut dan harus dipecahkan segera,” tegasnya saat Rapat Pembahasan Tentang Pelaksanaan Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (10/6/2021).

Langkah konkretnya, lanjut wagub, dengan mendudukkan masalah ini dengan Dinas Pertanian seluruh kabupaten / kota se Kepri. “Dengan demikian akar masalahnya bisa diketahui,” ujarnya.

Tak ingin berlarut-larut, Wagub Marlin meminta Dinas Pertanian Provinsi Kepri segera menjadwalkan rapat melalui video conference, dengan melibatkan seluruh stake holder yang meliputi Dinas Pertanian Kabupaten Kota se Kepri, pihak distributor, serta Bank BRI selaku penyedia Kartu Tani dan mesin EDC serta Kementerian Pertanian.

Tak hanya itu, Wagub Marlin juga menyinggung soal keterbatasan penyuluh pertanian. 

“Idealnya setiap desa memiliki satu orang penyuluh pertanian. Dengan keterbatasan penyuluh yang kita miliki, juga jadi salah satu masalah yang perlu kita pecahkan” ujar tegasnya.

Sementara itu Sekdaprov H.T.S. Arif Fadilah menyampaikan bahwa Pemprov Kepri mendorong kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi ke petani. Agar petani tidak dikecewakan dengan lambatnya proses distribusi. 

“Saya memahami perasaan petani. Pasti mereka kecewa dengan lambatnya proses distribusi. Padahal dana di kartu tani sudah disetorkan, tetapi pupuk tidak ada stoknya,” ujar Sekda Arif.

Sekda Arif juga meminta Dinas Pertanian Provinsi Kepri segera menyurati pihak distributor mengenai alasan lambatnya distribusi pupuk subsidi ke daerah di Kepri. 

Juga dalam surat tersebut disarankan agar pihak distributor membuka kantor perwakilan di Kepri untuk memudahkan distribusi.

“Surat itu nanti ditembuskan ke Menteri Pertanian agar pihak kementerian tahu kita peduli akan program pemerintah pusat ini dan problem pada pendistribusiannya” tegas Sekda Arif

Turut menghadiri rapat ini Kepala Biro Administrasi Perekonomian Novianto, Perwakilan Dinas Pertanian dan Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *