I N S I G H T

Kabar Baik dari Batam

I N S I G H T

1 min read

ADA TIGA Hal inti yang harus kita kuasai, agar komunikasi tak berujung salah paham atau pahamnya yang salah. Yaitu, 𝗱𝗲𝗳𝗶𝗻𝗶𝘀𝗶, 𝗸𝗼𝗻𝘁𝗲𝗸𝘀, serta 𝘀𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 dan 𝗱𝗮𝘁𝗮.

Misal saat ada anjuran pemerintah agar masyarakat disiplin protokol kesehatan (prokes) Covid-19, maka harus dipahami dulu: 

Apa definisi prokes itu? Konteks apa sampai pernyataan ini muncul, gunanya apa? apakah karena agresi Covid-19 kian meluas? Kemudian sumber yang bicara siapa? dan data pendukungnya apa?

Dengan menertibkan dulu tiga unsur ini sebelum menanggapi suatu isu, atau berdebat, sehingga bahasan tak melenceng melenceng dan melebar. Bahkan terhindar dari memfitnah orang lain.

Sebab jangan sampai yang dibahas soal A, yang dijelaskan soal B, lalu berdebat soal C, sehingga muncul vonis soal D. Beres tidak, fitnah iya! 

Mungkin ini yang diingatkan Pramoedya Ananta Toer (1925-2006). “Jangan menjadi sosok yang sok pintar. Tapi jangan juga menjadi orang yang mau saja dibodohi.” ***

______

Foto ilustrasi: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina saat meninjau vaksinasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *