Penataan Simpang Barelang, Relokasi Pedagang & Warga tanpa Gejolak ala HMR

Kabar Baik dari Batam

Penataan Simpang Barelang, Relokasi Pedagang & Warga tanpa Gejolak ala HMR

2 min read

KEPIAWAIAN DAN KEARIFAN Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), dalam menata Kota Batam kembali terbukti. 

Senin (7/6/2021), HMR berhasil memindahkan 165 kios dan rumah di sekitar Simpang Barelang, tanpa gejolak. Bahkan pedagang dan warga sendiri dengan suka rela membongkarnya.

Untuk rumah direlokasi ke rumah susun, sedangkan kios dipindah di dekat Jembatan Barelang.

Sehingga wajar jika peristiwa ini disebut relokasi termulus yang pertama kali terjadi sepanjang sejarah Batam.

Prestasi HMR ini mengingatkan kita pada awal karier Jokowi, saat menjabat Wali Kota Solo 2005 lalu. Saat itu, Jokowi berhasil merelokasi pedagang kaki lima barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak. 

Lalu, apa resep HMR? Tentu yang utama, berkat dukungan warga Kota Batam yang ingin kotanya maju dan rapi.

Di samping itu, karena HMR mengutamakan proses negosiasi dan persuasi daripada jalan kekerasan dan kekuasaan.

Ketua Tim Terpadu Yusfa Hendri menjelaskan, sebelum penertiban ini, sejak tahun lalu, Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR) telah meminta camat setempat, Satpol PP Pemko Batam dan Ditpam BP Batam untuk duduk bersama para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di ROW jalan simpang ini.

“Karena akan ditata simpangnya, tak boleh ada yang jualan. Anggaran sudah mau lelang, makanya tim berkomunikasi dengan pedagang, supaya mereka mau pindah,” ujar Yusfa yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam, ini.

Hal senada disampaikan Kepala Satpol-PP Kota Batam Salim. Karena itu, sosialisasi pun sudah lama dilakukan kepada para PKL di sana.

“Alhamdulillah pembongkaran kios simpang Barelang, berjalan lancar,” ujar Salim, saat mengawal relokasi, Senin lalu.

Menurutnya, para PKL di tempat tersebut sudah diundi Sabtu lalu untuk dipindahkan  demi pembangunan Kota Batam. Semua untuk kepentingan bersama.

“Karena itu, sebagin besar pedagang sudah membongkar sendiri kiosnya dengan suka rela,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, simpang menuju wilayah Rempang Galang ini merupakan salah satu yang akan ditata oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam tahun 2021 ini.

“(Rencana penataan) sudah dua tahun lalu sebetulnya, tapi karena Covid-19 tidak jadi. Intinya kami tidak ingin ada kemacetan di simpang ini, makanya akan kami tata,” ucap HMR, wali kota penerima Asia Global Awards 2019 kategori ‘Asia Best Mayor of The Year 2019’ ini.

HMR mengatakan, sejumlah fokus penataan Simpang Barelang di antaranya: penyesuaian elevasi (kemiringan) jalan, membangun bundaran hingga pelebaran setiap sisi simpang.

“Ada air mancur di tengah bundaran,” tambahnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *