Mobilitas Tinggi, PMI Latih Jurnalis Batam Beri Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan

Kabar Baik dari Batam

Mobilitas Tinggi, PMI Latih Jurnalis Batam Beri Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan

2 min read

SEBANYAK 30 insan pers dari media cetak, elektronik dan online di Kota Batam, mengikuti pelatihan pertolongan pertama berbasis masyarakat (PPBM), terhadap korban kecelakaan saat kondisi gawat darurat.

Kegiatan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam ini, bertempat di kantor PMI Kota Batam, lantai 2  Batam Center, Rabu (23/06/2021).

Sekretaris yang juga Kepala Markas PMI Kota Batam Asmin Patros mengatakan, PMI Kota Batam memilih memberikan pelatihan terhadap wartawan karena mobiltas para jurnalis tersebut sangat tinggi. 

Sehingga pelatihan itu dianggap sangat penting agar selain menjalankan profesi wartawan juga dapat melakukan pertolongan terhadap orang terdekat atau menemui kecelakaan dalam perjalanan.

“Front terdepan menjadi sangat penting, mengingat teman-teman ini dapat kapan saja menjadi ‘ujung tombak’ dalam proses penyelamatan jika terjadi suatu kemalangan.” tegasnya.

Pelatihan ini bertujuan agar setiap orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang medis, mampu melakukan pertolongan pertama pada korban yang mengalami kasus kegawatdaruratan di lokasi kejadian.

Sementara itu Staf Humas Pemko Batam, Tiur Penjaitan yang merupakan peserta pelatihan mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI sangat bermanfaat.

Pasalnya, sampai saat ini dia belum mengetahui dengan benar cara melakukan pertolongan dasar kepada korban kecelakaan saat melakukan peliputan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Banyak korban kecelakaan yang saya temui tapi tidak tahu bagaimana menolongnya. Dengan kegiatan ini saya mendapat ilmu yang bisa saya gunakan untuk orang banyak,” ungkapnya.

Dalam pelatihan ini langsung diberikan teori maupun praktik terkait teknik pertolongan pertama berbasis masyarakat. Seperti dasar pertolongan pertama teknik CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau dikenal juga dengan sebutan RJP (resusitasi jantung paru). 

CPR dilakukan terhadap orang yang tidak mampu bernapas atau mengalami henti jantung akibat suatu hal, misalnya tenggelam atau serangan jantung. Dengan mengembalikan fungsi napas dan jantung, CPR dapat menyelamatkan nyawa seseorang.

Kemudian materi pertolongan pertama saat pandemi Covid-19, penilaian, pemberian bantuan perdarahan dan syok, cedera alat gerak, kedaruratan medis, pemindahan penderita serta praktek kasus. ***

________

Sumber: 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐂𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *