I N S I G H T

Kabar Baik dari Batam

I N S I G H T

2 min read

ADA KISAH SEORANG PEMBURU di zaman Yunani kuno yang punya paras amat tampan. Namanya Narcissus. Karena ketampanannya, dia sering menolak cinta para gadis. Dewa pun murka dan menghukumnya.

Saat berkaca dalam beningnya air danau, Narcissus tiba-tiba jatuh cinta pada bayangannya sendiri. Dia tatap terus bayangannya itu, sampai akhirnya mati kelaparan. Versi lain mati tercebur.

Setelah mati, Narcissus menjelma menjadi bunga terompet yang selalu menghadap ke air. Dari kisah Narcissus ini, muncul istilah “narcisstic”. Orang sekarang menyebut “narsis”.

Para psikolog mengenal narcistic sebagai mental disorder atau gangguan mental berbahaya yang haus akan pujian. Umumnya orang narsis selalu tak akur dengan rekannya. Karena cenderung one man show.

Beberapa contoh publik figur yang mengalami hal ini adalah rapper Kanye West, ratu pop Madonna, Presiden AS Donald Trump, hingga Adolf Hitler. 

Salah satu gejala gangguan penyakit yang lebih banyak menimpa kaum Adam ini adalah:

Merasa dirinya sangat penting secara berlebihan, selalu ingin dikagumi dan diapresiasi oleh orang lain, ingin dianggap superior meski tidak melakukan hal berprestasi apapun. 

Misal, saking ingin diapresiasi atau dilihat bekerja, sampai-sampai semua diunggah ke media sosial. Jangankan jalan kaki ke kantor, naik angkot, atau lembur, tidur-pun disiarkan. Padahal itu sudah bagian dari tugas.

Padahal kalau ingin dipuji, cukup buatlah karya atau sumbangsih besar, sehingga dapat dirasa orang buta dan didengar orang tuli. Bukan dengan cara-cara konyol.

“Dan percayalah, cara terkeren untuk menjadi keren adalah dengan tidak berpikir ingin menjadi keren. Karena, takkan mati kau dicaci, takkan kenyang kau dipuji,” kata Fiersa Besari, penulis dan pemusik dari Indonesia. ***

______________

Foto: ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *