I N S I G H T

Kabar Baik dari Batam

I N S I G H T

1 min read

PARA PEMIMPIN, baik di perusahaan atau sektor lain, gampang terjangkit penyakit yang oleh Adam Grant dalam bukunya, Think Again, disebut โ€œmount stupidโ€.

Pemimpin, direktur, manager, kepala ini, itu dan seterusnya tersebut, merasa diri sudah sakti mandraguna, sehingga menganggap apa saja yang dari atau di bawahnya tak relevan atau bodoh. 

Akibatnya ide brilian yang merangsang inovasi, tak akan muncul. Sebab, tak ada kebenaran di luar diri sang pemimpin tadi.

Pemimpin semacam ini saat berpikir dan berbicara, umumnya punya kecenderungan pakai tiga mode ini:

Preachers/pengkotbah: Mode yang dipakai ketika kepercayaan yang dipunya terancam. Dorongan untuk berkotbah muncul untuk melindungi kepercayaan sekaligus meyakinkan orang lain.

Prosecutors/jaksa: Mode yang dipakai ketika melihat ada kekurangan dari penalaran/argumen/pendapat orang lain. Mengumpulkan bukti untuk menunjukkan kesalahan pihak lain.

Politicians/politisi: Mode yang dipakai untuk memenangkan hati orang lain. Membuat campaign dengan tujuan mulia dan melobi orang-orang untuk percaya kalau kita paling benar, dan nggak punya waktu untuk cek pandangan diri sendiri.

Akibat model pemimpin semacam ini, maka apapun organisasi atau perusahaan yang dipegangnya akan hancur. Cepat atau lambat. 

Nah, agar tak  nyangkut di โ€œmount stupidโ€, maka rajin-rajinlah minum obat yang disebut “humility” atau  kerendahan hati. 

Humility atau kerendahan hati sering disalahartikan. Ini bukan masalah memiliki kepercayaan diri yang rendah. “Humility” berasal dari bahasa Latin yang berarti “dari bumi.” Ini tentang membumi, atau mengakui bahwa kita cacat dan bisa salah. ***

_________

Foto: ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *