STQH Kepri Digelar Virtual, Wagub Marlin Bahas soal Kesiapan Jaringan dan PPKM

Kabar Baik dari Batam

STQH Kepri Digelar Virtual, Wagub Marlin Bahas soal Kesiapan Jaringan dan PPKM

2 min read

KARENA MASIH pandemi, pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) IX Provinsi Kepulauan Riau, digelar secara virtual. Pelaksanaannya pun diundur, dari semua tanggal 13-17 Juli 2021, ke tanggal 24-28 Juli 2021.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kepri, memahami kondisi ini. 

Terkait teknis dan pelaksanaannya, ia meminta Diskominfo Provinsi Kepri dan kabupaten/kota, merapatkan kembali.

Keputusan itu disampaikan Wagub Marlin usai mendengar masukan dari berbagai pihak dalam rapat Persiapan Pelaksanaan STQH IX Provinsi Kepulauan Riau, dari Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Senin (12/7/2021).

Dalam rapat tersebut, wagub ingin mengetahui kesiapan daerah, terkait perhelatan akbar secara virtual ini. Karena hanya ketua LPTQ kabupaten dan kota yang tahu kondisi daerah masing-masing.

“Intinya tergantung kepada masing-masing kabupaten dan kota, apakah siap melaksanakan secara virtual, yang nanti akan kita diskusikan kembali,” ujar Wagub Marlin.

Pada rapat itu, Wagub Marlin memang meminta saran dan masukan dari ketua LPTQ Kabupaten Kota se Kepri, beserta jajaran. 

“Mudah-mudahan kita mendapat kelonggaran waktu dari panitia STQ pusat, sehingga dapat leluasa menyaring peserta dari Kepri,” harapnya.

Rapat ini sendiri diikuti secara virtual oleh Kakanwil Kemenag Kepri Mahbub Daryanto, Kadis Pariwisata Kepri Buralimar, dan Wakil Bupati/Wali Kota se-Kepri, selaku Ketua LPTQ. Ditambah lagi, para Sekda, Kabag Kesra dan Kepala Dinas Kominfo kabupaten kota se Kepri.

Rapat ini penting untuk mendengarkan usulan-usulan. Misalnya tentang STQH Provinsi Kepri yang diundur ke tanggal 24-28 Juli 2021 dari sebelumnya di tanggal 13-17 Juli 2021.

“Karena apapun yang kita rencanakan sekarang, masih akan mengikuti perkembangan situasi pandemi, di mana Kota Tanjungpinang dan Kota Batam masuk dalam daerah yang diberlakukan PPKM Darurat. Belum lagi melihat keadaan cuaca yang tidak menentu saat ini,” ujar Wagub Marlin

𝗠𝗮𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗦𝗶𝗻𝘆𝗮𝗹, 𝗝𝗮𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻 & 𝗣𝗣𝗞𝗠 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗞𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗮

Dari hasil dengar pendapat masing-masing kabupaten kota, sebagian besar setuju dengan pelaksanaan STQH secara virtual. Namun, ada beberapa saran dan masukan.

“Kendala utama di Kabupaten Natuna adalah masalah jaringan. Juga cuaca yang saat ini tidak menentu. Jaringan untuk telepon biasa saja sering terputus. Contohnya rapat kita saat ini juga jaringannya terputus-putus,” kata Wabup Natuna Rodial Huda.

Sementara itu Wakil Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, menyarankan agar LPTQ Kepri, berkomunikasi terlebih dahulu dengan LPTQ Nasional, agar STQH Nasional juga diundur. Mengingat waktu yang ada ini sangat sempit. Sehingga ada perpanjangan waktu pendaftaran STQ Nasional.

“Kemudian jika memang dilaksanakan secara virtual, mungkin setelah dilaksanakan, dapat langsung mengirimkan rekaman kafilah, agar dapat terdengar lebih jelas” ujar Amsakar.

Sedangkan Wakahar Satgas Covid 19 Kepri Tjetjep Yudiana menyampaikan, dari sudut tinjauan epidemiologi, ada kemungkinan penerapan PPKM selalu diperpanjang selama dua kali masa darurat.

Hadir langsung di Gedung Daerah Karo Kesra Aiyub, Plt. Karo Umum Abdullah, Plt. Karo Humprohub Hasan, Kadis Kominfo Zulhendri, Perwakilan Dinas Pariwisata, Perwakilan Dinas Perkim, dan Anggota Satgas Covid19 Dr. Hasyim Ashari. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *