Sahabat Humoris nan Humanis itu Telah Pergi… RIP Celcon Carliston, Kami Berduka!

Kabar Baik dari Batam

Sahabat Humoris nan Humanis itu Telah Pergi… RIP Celcon Carliston, Kami Berduka!

3 min read

๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜Š๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜Š๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ค๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช. ๐˜๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ.

(Ditulis oleh: And, GoKepri.com)

PULUHAN WAJAH TERTUNDUK memberikan penghormatan terakhir di TPU Seitemiang, seolah menggambarkan sosok Celcon sebenarnya.

Mereka yang berduka di sana adalah yang bersalib, yang berjilbab, yang berbaju putih, yang berkopiah, yang bercelana pendek, yang bercelana panjangโ€ฆ semuanya.

Keberagaman warga yang berduka menjelaskan betapa pluralnya sosok Celcon Carliston. Betapa ia tidak hanya dicintai satu kelompok masyarakat, namun banyak etnis, ras dan agama.

Celcon. 

Orang yang tidak begitu mengenalnya, tentu akan mengira dirinya anak tempatan Batam. Sebab sangat menjunjung nilai dan adat leluhur, Melayu. Padahal sejatinya, ia bermarga Sihombing, orang tuanya perantauan dari Sumatera Utara.

Celcon dibesarkan di lingkungan warga tempatan, di Kampung Tua Tanjungriau. Tidak heran kalau kemudian dia sangat memahami budaya Melayu.

Di lingkungan rumahnya, nama Celcon tersohor. Wajarlah, dia memang pegiat yang selalu turun tangan setiap ada kegiatan di sana. Kalau ada hajatan, Celcon biasa sibuk di dapur membantu para ibu memasak.

Rumahnya berlokasi di seberang musala, dan ia pun tidak sungkan melibatkan diri membantu setiap kegiatan di sana.

Meski begitu, Celcon tetap Kristiani yang taat. Bahkan, di gerejanya, ia dipercaya sebagai Diaken {Dkn}. Dia juga menjabat Ketua II Pekerja Harian Jemaat GPIB Zebulon.

Bersama pengurus gereja yang lain, ia kerap menggelar bakti sosial untuk masyarakat sekitar.

Entahlah, agaknya tidak berlebihan bila menyematkan gelar panutan toleransi untuk Celcon.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ฆ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ 

Celcon sangat komikal. Badannya tambun. Besar, empuk yang hangat untuk dipeluk.

Suaranya lantang, tawanya mengundang. Membuat orang-orang di ruangan lain mengintip ingin tahu.

Kehadirannya akan menghangatkan suasana sekitar, dengan pembawaannya yang ramah dan perhatian.

Kekurangan hanya satu. Tidak bisa berkata โ€œtidakโ€ pada orang yang membutuhkan pertolongan. Dia akan rela jungkir balik untuk menolong orang lain. Dia sungguh sosok pahlawan.

Pernah suatu hari, bertahun yang lalu, saat dalam perjalanan pulang ke rumah, seorang ibu menghentikan kendaraannya. โ€œTaksi!!!โ€ kata ibu yang tangannya gemetar.

Celcon menghentikan kendaraannya, meski bukan taksi.

โ€œKe RSUD ya pak, tapi jemput anak saya dulu di klinik bidan di depan,โ€ seru ibu itu sambil masuk dan menutup pintu. Celcon tidak membantah, melakukan semua instruksi si ibu.

Ternyata, anak ibu itu kejang. Kondisi bayinya sangat memprihatinkan, mata melihat ke atas dan sudah tidak ada tangis yang keluar.

Celcon berbalik arah menjauhi rumahnya. Ia mengantar ibu berjilbab yang baru dikenalnya ke RSUD Embung Fatimah. 

Tidak sampai di situ, Celcon memastikan ibu dan bayinya mendapatkan penanganan dari dokter, dan terus memantaunya hingga beberapa hari sesudahnya.

Celcon, kalau boleh mengibaratkan kebaikan dan keramahannya seperti Hagrid dalam seri Harry Potter.

๐—•๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ฒ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ก๐—ผ๐—น

Celcon tak lahir dari orang tua yang mapan. Ia membangun karier dari nol.

Setamat jenjang SMA, Celcon bekerja sebagai sirkulasi di media massa lokal.

Sampai dia terpikat dengan profesi jurnalis, dan dipercaya sebagai fotografer di koran yang sama. Tidak lama, ia pun beralih menjadi reporter TV lokal.

Kemampuan komunikasinya yang baik membuatnya akrab dengan Wali Kota Batam H Muhammad Rudi. Saking dekatnya dengan Wali Kota, ia dijuluki Batam 1,5.

Namun, menjadi orang kepercayaan kepala daerah tidak membuatnya berpuas diri. Maka di usia yang tidak muda, ia memutuskan melanjutkan sekolah.

Ia mengambil strata 1 Fakultas Hukum. Demikianlah, ia bercita-cita menjadi pengacara pembela kebenaran.

โ€œAku mau membantu masyarakat tertindas. Enggak usah bayar,โ€ kata dia bersemangat, waktu itu.

Akhir April 2021, Celcon mengucapkan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi Pekanbaru. Satu setengah bulan kemudian, pada pertengahan Juni 2021 ia sibuk mendirikan kantor hukumnya sendiri.

Namun, saat mimpinya begitu dekat dan nyata, ia meninggalkan dunia yang fana. Menjemput panggilan Sang Khalik.

Ah, Celcon, perjalanan mu di dunia luar biasa berliku. Semoga di alam yang baru jalanmu mulus tanpa hambatan. 

๐˜š๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜Š๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฏ, ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ค๐˜ฆ!!! ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *