Kabar Baik dari Batam

HMR Jawab Pertanyaan Mengapa Perlu Merevitalisasi Masjid Agung Batam, Simak ya…

1 min read

WALI KOTA BATAM H Muhammad Rudi (HMR), akhirnya mengungkap alasan rencana revitalisasi Masjid Agung Batam, yang mengubah hampir 80 persen bentuk masjid yang berdiri di Batam Center ini.

“Revitalisasi masjid ini bukan untuk saya bapak ibu, tapi untuk kita bersama,” jelasnya saat menghadiri kegiatan Pembukaan Rapat Kerja Yayasan Hidayatullah Batam, Jumat (14/1/2022).

Sekadar diketahui, sejak mulai dibangun pada 1999, dan rampung 2001, atap masjid yang dirancang oleh arsitek Achmad Noe’man, berbentuk limas layaknya piramida.

Namun setelah renovasi nanti, atap masjid yang dulu bernama Masjid Raya Batam itu, berubah menjadi bentuk kubah (setengah lingkaran).

Inilah yang membuat sedikit keberatan di beberapa kalangan. Padahal keputusan untuk merenovasi ini ada setelah HMR mendengar langsung dari para pemuka agama Islam dalam sebuah rapat formal.

HMR sendiri mengaku juga sudah banyak mendengar keberatan ini.

Untuk itu dia menjelaskan, bahwa revitalisasi Masjid Agung Batam, harus dilakukan. Ini semata bukan untuk kepentingan pribadinya. Namun untuk kepentingan bersama khususnya umat Islam.

Alasannya, kondisi saat ini memang sudah waktunya Masjid Agung Batam dilakukan revitalisasi dan perbaikan.

Terkait perubahan bentuk atap masjid, HMR mengatakan, selama ini Masjid Agung Batam sering bocor saat hujan lebat turun. Hal itu disebabkan oleh air tidak dapat mengalir dengan cepat ke bawah.

“Jadi atap sekarang ini (limas) itu modelnya menampung air di bawahnya. Jadi sering mengakibatkan bocor di ruang utama. Setiap bulan kami perbaiki dan setiap bulan juga bocor,” ungkapnya..

Hal itulah menurutnya kenapa perlu dilakukan perubahan pada atap Masjid Agung Batam. Namun pihaknya mengaku menerima setiap masukan yang disampaikan masyarakat kepada Pemko Batam. (MC/ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.