Jalan Tembus Ocarina Makin Asyik, Bengkong-Batam Center hanya Beberapa Menit

Kabar Baik dari Batam

Jalan Tembus Ocarina Makin Asyik, Bengkong-Batam Center hanya Beberapa Menit

2 min read

WARGA BENGKONG yang akan ke Batam Center atau sebaliknya, sudah lama dimudahkan, sejak Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), membangun jalur pintas di Ocarina.

Memang, sejak Desember 2016 lalu, akses penghubung dari Bengkong Sadai ke kawasan tersebut sudah dibangun oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Batam, lengkap dengan dibangunnya jembatan di atas Sei Nayon.

Namun saat itu jalan tersebut memang belum ada peningkatan jalan. Alias masih jalan tanah, kecuali betonisasi untuk jembatan yang diberinama Jembatan Ocarina-Bengkong tersebut.

Kini, semua sudah berubah. Sebab jalan tersebut sudah mulus teraspal. Sejak akhir tahun 2021 jalan sudah selesai. Sudah nyaman dilewati.

Jumat (14/1/2022) siang, Kata Batam menjajal jalan ini dari Bengkong ke Batam Center. Ternyata makin asyik. Respon masyarakat pun bagus penuh syukur.

“Pengendara lain tak perlu mengambil jalur orang lagi untuk menghindari lubang, dan saat hujan turun tak ada lagi genangan air di simpang ini, karena kondisi jalan yang sudah ditinggikan,” ujar Rizal, pedagang dengan kios mobil pick up yang parkir berjualan di depan simpang Costarina, Jumat (14/1/2022) siang.

Sehingga, warga yang tinggal di seputaran Bengkong Laut, Bengkong Abadi, Bengkong Sadai dan sekitarnya, tak lagi lewat jalan lingkungan di Bengkong Sadai, agar bisa cepat sampai ke Batam Center.

“Kalau dulu-kan mesti belok ke Gapura Kampung Tua Bengkong Sadai. Itu jalan lingkungan, sudah terlalu ramai kendaraan dan banyak polisi tidur. Sekarang tinggal lurus saja,” ujar Mansyur, warga Bengkong, saat ditemui Kata Batam, Jumat (14/1/2022).

Hal senada disampaikan Fitri, warga Batam Center yang setiap hari kerja di Bengkong. “Kini waktu tempuh dia dari rumah ke Bengkong lebih cepat, dibanding melewati jalan lingkungan,” ungkapnya.

Dengan akses jalan yang sudah terhubung ini, ada beberapa manfaat yang bisa didapat warga. Pertama, akses ekonomi semakin terbuka. Kedua, akses kemacetan tidak bertumpu di jalan lingkungan. (sur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *