Kabar Baik dari Batam

Fakta Menarik di Balik Disematkannya Nama “Tanwirun Naja” untuk Masjid Tanjak (1)

2 min read

𝑀𝑎𝑠𝑗𝑖𝑑 𝑇𝑎𝑛𝑤𝑖𝑟𝑢𝑛 𝑁𝑎𝑗𝑎 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑘𝑒𝑛𝑎𝑙 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑀𝑎𝑠𝑗𝑖𝑑 𝑇𝑎𝑛𝑗𝑎𝑘, 𝐵𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟𝑎 𝐻𝑎𝑛𝑔 𝑁𝑎𝑑𝑖𝑚 𝐵𝑎𝑡𝑎𝑚, 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑟𝑒𝑠𝑚𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑀𝑒𝑛𝑡𝑒𝑟𝑖 𝐾𝑜𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑡𝑜𝑟 𝐵𝑖𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑃𝑒𝑟𝑒𝑘𝑜𝑛𝑜𝑚𝑖𝑎𝑛 𝑅𝐼, 𝐴𝑖𝑟𝑙𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎 𝐻𝑎𝑟𝑡𝑎𝑟𝑡𝑜 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝐽𝑢𝑚𝑎𝑡 (24/6/2022) 𝑠𝑖𝑎𝑛𝑔, 𝑝𝑢𝑘𝑢𝑙 11.15. 𝐴𝑝𝑎 𝑚𝑎𝑘𝑛𝑎 𝑑𝑖 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘𝑛𝑦𝑎?

HANG NADIM, KataBatam

APALAH arti sebuah nama? Tentu sangat penting. Sebab, di dalam Islam, nama bukan sekadar penanda, tapi juga doa bagi diri dan kelangsungan hidupnya.

Demikian jua saat Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) H Muhammad Rudi (HMR), yang juga Wali Kota Batam, memilih nama “Tanwirun Naja” untuk Masjid Tanjak.

Semua ini terungkap di sela prosesi Peresmian Masjid Tanjak yang dimulai dengan penekanan tombol sirine oleh Menko Airlangga, serta diiringi Salawat Nabi dan tabuhan kompang khas Melayu.

Selanjutnya, dengan didampingi Kepala BP Batam HMR, Menko Airlangga menanam pohon Khaya Senegalensis, di taman kecil di samping Masjid.

Pohon penghias kebun ini nantinya dapat tumbuh setinggi 60 meter dan mampu menaungi tanaman lainnya.

Menko Airlangga melanjutkan langkah dengan melakukan penandatanganan prasasti tepat di pintu masuk masjid. Keduanya pun menuju aula masjid, melakukan pemotongan pita disertai ucapan “Bismillahirahmanirahim.”

Berada atas lahan 15.100 m2 dan total luas bangunan 4.983 m2, Masjid Tanwirun Naja diharapkan mampu menjadi sarana ibadah masyarakat Batam sekaligus menjadi ikon baru wisata religi di kota Batam.

Hal ini disampaikan Menko Airlangga dalam sambutannya.

“Masjid ini (Tanwirun Naja) artinya menjadi 𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻. Maka kami berharap, selain jadi tempat beribadah, sekaligus mendukung perwujudan Batam menjadi kota industri, investasi dan destinasi pariwisata di Kepri dan Indonesia,” seru Airlangga.

Airlangga menambahkan, pemulihan ekonomi daerah setelah Covid-19 memang harus disiasati dengan inovasi. Segala potensi industri harus dimaksimalkan, dan Batam menunjukkan diri untuk dapat memaksimalkan semua sektor yang ada.

“Potensi pariwisata dan industri utama lainnya, ini harus terjaga. Batam membuktikan itu. Kita tidak dapat lagi bergantung pada satu atau dua sektor industri saja. Kita harus terus bergerak.” katanya.

Masjid Tanjak sebagai tempat ibadah, sarana meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, yang akan mendorong aqidah berdasar Alquran dan Sunnah.

Airlangga juga berharap Masjid ini dapat memperkokoh tali silaturahmi dalam bersama membangun pulau Batam, membangun Kepri lebih maju lagi, untuk kesejahteraan seluruh masyarakat. (ski/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.