Kabar Baik dari Batam

Fakta Menarik di Balik Disematkannya Nama “Tanwirun Naja” untuk Masjid Tanjak (2-Habis)

2 min read

πΎπ‘’π‘π‘Žπ‘™π‘Ž π΅π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘ π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘Žπ‘› π΅π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘š (𝐡𝑃 π΅π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘š) 𝐻 π‘€π‘’β„Žπ‘Žπ‘šπ‘šπ‘Žπ‘‘ 𝑅𝑒𝑑𝑖 (𝐻𝑀𝑅), π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘—π‘’π‘”π‘Ž π‘Šπ‘Žπ‘™π‘– πΎπ‘œπ‘‘π‘Ž π΅π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘š, π‘Žπ‘˜β„Žπ‘–π‘Ÿπ‘›π‘¦π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘ π‘Ÿπ‘Žβ„Žπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ž π‘π‘’π‘ π‘Žπ‘Ÿ 𝑑𝑖 π‘π‘Žπ‘™π‘–π‘˜ π‘‘π‘–π‘π‘–π‘™π‘–β„Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘›π‘Žπ‘šπ‘Ž “π‘‡π‘Žπ‘›π‘€π‘–π‘Ÿπ‘’π‘› π‘π‘Žπ‘—π‘Ž” π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘€π‘Žπ‘ π‘—π‘–π‘‘ π‘‡π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘˜. 𝐡𝑒𝑔𝑖𝑛𝑖 π‘˜π‘–π‘ π‘Žβ„Žπ‘›π‘¦π‘Ž.

HANG NADIM, KataBatam

USAI Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, memberi sambutan sempena peresmian Masjid Tanwirun Naja atau tenar disebut Masjid Tanjak, selanjutnya Kepala BP Batam HMR, memberikan sekapur sirih.

Kepada hadirin yang juga masyarakat Kota Batam yang hadir saat itu, HMR menjelaskan tentang ide mengapa masjid yang berdiri megah ini berbentuk Tanjak.

“Ide awal pemikiran bentuk masjid ini berhubungan erat dengan budaya daerah, di mana tanjak merupakan salah satu penutup kepala pria pakaian khas daerah di Tanah Melayu. Begitu juga dengan di Batam,” jelasnya.

Ia menambahkan dalam memutuskan untuk pembangunan masjid ini, pihaknya telah meminta saran dan masukan dari para ulama dan tokoh masyarakat kota Batam.

Jujur ia sampaikan, bahwa masjid ini disiapkan untuk menjadi satu di antara ikon Kota Batam dan nantinya dapat menjadi destinasi wisata di kota ini.

Soal kenapa nama “Tanwirun Naja” yang dipilih untuk Masjid Tanjak, semua ini berasal dari usulan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam. “Tanwirun Naja” yang berarti “Penerang Keselamatan”.

“Sehingga masjid ini selain sebagai tempat ibadah, pendidikan dan dakwah, juga bisa menjadi penerang keselamatan kaum Muslimin dan Muslimat,” katanya.

Pembangunan Masjid Tanjak sendiri dimulai pada tahun 2021 sampai 2022. Lokasinya yang strategis di area Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, membuat Masjid Tanjak menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

HMR turut menyampaikan apresiasi atas bentuk kerjasama yang baik dengan berbagai stakeholder yang memberikan dukungan luar biasa, sehingga pembangunan Masjid Tanjak dapat selesai tepat waktu.

Lantai bawah masjid seluas 1.963 m2, serta lantai mezzanine seluas 460 m2, dan mampu menampung 1.250 jemaah. 1.000 jemaah di lantai dasar, dan 250 jemaah di lantai mezzanine.

Usai acara seremonial ini, kegiatan dilanjutkan dengan Salat Jumat berjemaah. (ski/habis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.