Kabar Baik dari Batam

Sekda Gaspol Bangun Integrasi, Semua Perangkat Daerah Harus Bekerja Sama

2 min read

ENGKU PUTRI, KataBatam– Sekretaris Daerah (Sekda) Batam H Jefridin, mengingatkan soal integrasi untuk semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

Hal itu disampaikan Sekda saat Sosialisasi Penilaian Maturitas Penyelengaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi di Ruang Rapat Hang Nadim, Kantor Wali Kota Batam, Selasa (28/6/2022).

Ia menyampaikan, sosialisasi tersebut merupakan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan Peraturan BPKP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penilaian Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang Terintegrasi pada Pemerintahan Daerah.

“Kata kunci dari sosialisasi ini adalah integrasi, maka saya meminta para Kepala OPD dapat berpikir secara sistematis dan tidak secara individu tidak berpikir sendiri sendiri,” ujarnya.

Menurut Sekda, manajemen itu tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga orang lain. “SPIP juga demikian, tidak mungkin hanya Inspektorat saja yang bekerja, tetapi semua Perangkat Daerah bekerja sama,” tegasnya.

Intinya, lanjut mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) itu, semua pihak harus terlibat, yakni manajemen yang dikoordinasikan oleh Bagian Perencanaan atau fungsi lainnya dalam melakukan Penilaian Mandiri (PM), APIP (Inspektorat) dalam melakukan Penjaminan Kualitas (PK), dan BPKP dalam melakukan Evaluasi.

Selanjutnya, keberhasilan implementasi SPIP terintegrasi membutuhkan komitmen manajemen untuk meningkatkan kualitas perencanaan, dengan menerapkan Manajemen Risiko yang mendukung pencapaian tujuan.

“Keberhasilan SPIP Terintegrasi juga membutuhkan APIP yang dapat memfasilitasi penerapan manajemen risiko, termasuk atas risiko-risiko fraud (termasuk korupsi), dan melakukan pengawasan pada area-area yang berisiko tinggi melalui Pengawasan Intern Berbasis Risiko (PIBR). APIP juga harus dapat mendorong perbaikan sistem pengendalian intern secara berkelanjutan,” katanya.

Sebagai sebuah sistem, kata Sekda, pengendalian internal harus bersifat integral, menyeluruh mulai dari para pimpinan tertinggi sampai dengan pejabat fungsional/pejabat pelaksana yang dilakukan secara berkesinambungan melalui penyelenggaraan kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Sangat penting juga untuk mengimplementasikan apa saja yang diperoleh dari sosialisasi hari ini. Sebab sosialisasi itu sekadar transfer knowledge, peraturan dan undang-undang tapi hilirnya adalah implementasi secara aplikatif di OPD masing-masing.

“Kelemahan kita selama ini hanya aktif melaksanakan dan mengikuti berbagai macam sosialisasi namun sangat jarang melakukan evaluasi atas pengimplementasiannya sehingga kebanyakan gagal karena hanya sekadar formalitas di kegiatan pemerintahan. Jika sistemnya kuat, output yang dihasilkan juga akan bagus. inilah yang dimaksud terintegrasi,” sebutnya.

Sekda berharap, kegiatan Sosialisasi Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi ini menjadi momentum penguatan SPIP di lingkungan Pemerintah Kota Batam, terutama dalam rangka meningkatkan level Maturitas SPIP Terintegrasi Pemerintah Kota Batam.

Dengan harapan, terus meningkatnya nilai maturitas bisa mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Batam serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam rangka memberikan pelayanan publik.

“Sekali lagi saya sampaikan kepada seluruh Kepala OPD dan jajarannya yang membidangi SPIP dapat memanfaatkan sosialisasi ini sebagai forum untuk belajar SPIP secara langsung dengan ahlinya, yaitu narasumber dari BPKP Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, sehingga suluruh OPD dapat mencapai tujuan organisasi dengan optimal,” tutupnya. (MC/ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.