Kabar Baik dari Batam

Bentuk Agen Perubahan, SDM Badan Usaha BP Batam Digembleng di “Kawah” ESQ

2 min read

HOTEL ASIALINK, KataBatam– Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Direktorat Restrukturisasi, menggelar Workshop Pembentukan dan Pembinaan Change Agen atau Agen Perubahan BP Batam.

Pembinaan yang dilaksanakan Kamis – Jumat (4-5/8/2022), di Hotel Asialink Batam, dilaksanakan bersama Accelerated Culture Transformation ACT Consulting (ESQ) pimpinan Dr. HC Ary Ginanjar Agustian.

Kegiatan ini diikuti 30 peserta khusus SDM dari Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, serta dibuka Plt Direktur Restrukturisasiย Asep Lili Halilulloh.

Asep dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan workshop merupakan langkah konkret internalisasi nilai SPIRIT (Service Excellent, Professional, Innovative, Integrity & Entrepreneurship), BP Batam dalam mencapai kinerja yang tinggi dan produktif.

“Khususnya pada Unit Usaha yang banyak bersentuhan dengan masyarakat (Public Services),” ujar Asep.

Hal ini sejalan dengan semangat pembangunan yang terus digelorakan Kepala BP Batam H Muhammad Rudi (HMR), termasuk pelayanan kepada masyarakat dan investor yang harus optimal.

“Harapan kami adalah, bagaimana mengubah mindset dari SDM-nya. Bukan berarti rekan-rekan tidak melaksanakan tugas, tetapi ada target dan harapan lebih, karena Bapak Ibu bertugas mengelola aset-aset sehingga dapat optimal. Agen Perubahan untuk BP Batam, untuk Batam yang semakin maju,” serunya bersemangat.

Soal target pembinaan pada SDM Badan Usaha, Asep menjelaskan bahwa lebih dari 60% SDM BP Batam berada pada unit penghasil atau Badan Usaha.

Setelah dua tahun Badan Usaha berjalan, telah dilakukan evaluasi cut demographic report, atau pengukuran implementasi nilai organisasi. Namun masih belum berkembang signifikan, khusus pada unit Badan Usaha sebagai mesin korporasi BP Batam.

“Yang ingin kita bentuk adalah mindsetnya, inner corporate culture, atau budaya korporasi yang melayani. Bukan berati kita jadi pengusaha, tapi perilaku kita harus jadi perilaku korporasi, karena kita akan layani pelanggan kita, masyarakat yang membutuhkan layanan kita,โ€ ungkap pria asal Bandung, Jawa Barat tersebut.

Perdana setelah pandemic Covid-19, fokus pembinaan dilakukan pada Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, yang menangani pengelolaan aset paling banyak, dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

โ€œAset paling banyak ada di Fasling, meskipun mungkin ada yang besar ada yang kecil, sebagain besar berkaitan dengan public service. Sebagian besar pegawainya ada di situ dari dulu. Inilah yang perlu kita poles. Ini soft skill, bukan hard skill. Kita ingin ubah innernya, mindsetnya, culture-nya,โ€ lanjut Asep yang juga merupakan Direktur Peningkatan Kinerja dan Manajemen Risiko.

๐—”๐—ด๐—ฒ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—œ๐—ป๐—ณ๐—น๐˜‚๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฒ๐—ฟ
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pembinaan melalui ESQ ini adalah gerbang awal, yang diharapkan hasilnya adalah adanya agen perubahan.

Agen of change yang nantinya terpilih, akan menjadi influencer bagi yang lain mengingat ada ribuan pegawai atau SDM yang mayoritas ada di Badan Usaha.

Nantinya, agen perubahan selalu menanamkan sikap optimis demi tercipta sebuah perubahan karena perannya membantu organisasi untuk mengubah cara kerja, pengelolaan dan menginspirasi orang lain untuk berkembang.

โ€œNanti akan kita pilih mana yang layak jadi Agen Perubahan, kita bina, dan mereka nanti yang akan menyebarkan virus positif ke yang lain. Dan tentu pembinaan seperti ini tidak akan berhenti di sini ya. Unit usaha yang lain akan kita upayakan untuk dapat dilakukan pembinaan serupa, bergantian,โ€ pungkas Asep. (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.