Kabar Baik dari Batam

Bernas! Kak Jefridin Refleksi Filosofi Ki Hajar Dewantara untuk Bangun Pramuka Batam

2 min read

TUT WURI HANDAYANI: Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Batam Kak H Jefridin, saat membuka Kursus Pembina Gugus Depan tingkat Siaga Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Batamkota, di Pangkalan SMK Pariwisata Adimulya Batam, Sabtu (21/1/2023) pagi.

BATAMKOTA, KataBatam- Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, dijadikan dasar pijakan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Batam Kak H Jefridin, untuk membangun karakter anggotanya, mulai tingkat dasar hingga dewasa.

Hal ini disampaikan Kak Jefridin, yang juga Sekretaris Daerah Kota Batam, saat membuka Kursus Pembina Gugus Depan tingkat Siaga Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Batamkota, di Pangkalan SMK Pariwisata Adimulya Batam, Sabtu (21/1/2023) pagi.

“Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani,” ujarnya mengulas kedalaman filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, yang artinya di depan memberi contoh yang baik, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan.

Menurutnya, Pramuka adalah organisasi untuk mencetak anak bangsa yang berkarakter mandiri diri keluarga masyarakat, sebagaimana terpatri dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka. Untuk itu setiap tingkatan, harus punya pola didik yang berbeda.

Sekadar diketahui, ada empat penggolongan dan tingkatan dalam gerakan Pramuka berdasarkan usia anggotanya, yaitu Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.

Siaga merupakan anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 7-10 tahun, adapun Penggalang merupakan anggota muda gerakan pramuka yang berusia 11-15 tahun.

Selanjutnya, Penegak merupakan anggota muda gerakan pramuka yang berusia 16-20 tahun, dan Pramuka Pandega merupakan anggota yang berusia 21 sampai dengan 25 tahun.

Berdasar tingkatan inilah, Pembina Pramuka harus mempraktikkan prinsip kepemimpinan yang disebut ‘Sistem Among’, atau mengasuh dan membimbing kepada adik-adiknya.

“Seperti yang saya singgung sebelumnya; Ing ngarso sung tulodo, di depan harus menjadi teladan,” ujarnya.

Selanjutnya, ing madya mangun korso, di tengah-tengah mereka Pembina, tegas Kak Jefridin harus membangun kemauan.

Terakhir, tut wuri handayani, yaitu dari belakang Pembina harus memberi daya/kekuatan atau dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian.

Hadir dalam kegiatan ini, para pengurus Kwarcab Batam, masing-masing Kak Indra Praja, Kak Efrius, Kak Rudi Panjaitan, Kak Faisal Riza, Kak Firman yang juga Camat Batamkota, Kak Sudirman, dan Kak Riza selaku Strategi Komunikasi dan Informasi.

𝘈𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘭
𝘛𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘺𝘶𝘬𝘶𝘳
𝘈𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘗𝘳𝘢𝘮𝘶𝘬𝘢 𝘱𝘳𝘰𝘧𝘦𝘴𝘪𝘰𝘯𝘢𝘭
𝘔𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘬𝘶 𝘵𝘶𝘨𝘢𝘴 𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳…

Demikian pantun penutup Kak Jefridin. (ski)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.