Kabar Baik dari Batam

Imlek, Batam Diguyur Hujan: Pertanda Keberuntungan?

1 min read

KEBERUNTUNGAN: Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), bersama istri, Hj Marlin Agustina yang tak lain Wakil Gubernur Kepulauan Riau, menyaksikan atraksi seni, di sela menghadiri Malam Pergantian Tahun Baru Imlek, di Nagoya Citywalk, Lubukbaja, Kota Batam, Sabtu (21/1/2023).

NAGOYA, KataBatam- Sejak Minggu (22/1/2023), yang menjadi awal Imlek, atau Tahun Baru China, Kota Batam kembali diguyur hujan.

Bagi masyarakat Tionghoa, hujan yang turun seiring perayaan Imlek ini menjadi pertanda baik dan juga keberuntungan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akhir Januari dan awal Februari memang merupakan puncak musim hujan dengan curah hujan yang tinggi.

Jatuhnya perayaan Imlek di akhir Januari atau awal Februari juga disebabkan adanya perhitungan hari dalam Imlek yang merupakan gabungan antara fase bulan mengelilingi bumi dengan bumi mengelilingi matahari atau lunisolar.

Tahun Baru China atau Imlek merupakan momentum bagi masyarakat Tionghoa dalam mengungkapkan rasa syukur serta harapan baru untuk tahun yang akan datang.

Menurut Ahli Feng Shui, hujan menandakan Dewi Kwan Im yang sedang menyiram bunga Mei Hwa sebagai arti turunnya berkah dari langit.

Bunga Mei Hwa dipercaya orang Tionghoa sebagai bunga yang ditanam Dewi Kwan Im menjelang hari raya Imlek.

Masyarakat Tionghoa yang dulunya berprofesi sebagai petani selalu menunggu turunnya hujan sebagai bentuk keberkahan.

Ada serangkaian ritual yang dilakukan untuk menentukan apakah ketika Imlek akan turun hujan atau tidak.

Ritual tersebut dilakukan dengan mengonsumsi makanan semacam onde-onde. Ketika memakan makanan tersebut dan tidak turun hujan, maka mereka meyakini bahwa saat Imlek tidak akan hujan.

Itulah beberapa penjelasan turunnya hujan pada hari raya imlek.(ski/media indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.