INSPIRASI PAGI: Menyimak dengan Hati

DALAM: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, didampingi Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, menyimak dengan takzim curhat seorang ibu-ibu lanjut usia di sela acara Pembinaan Akhlak Mulia TP-PKK Kota Batam, belum lama ini.

KITA pasti sudah tahu permainan bisik berantai. Menurut buku Virus of The Mind, Richard Brodie, (1996:113), orang pertama mengawali permainan dengan membisikkan sepotong kalimat di telinga pemain di sampingnya. Begitu terus secara estafet, sampai pesan ini, yang biasanya tanpa disengaja, sudah kacau balau.

Mungkin karena itu orang Barat menyebut permainan ini dengan “broken telephone” atau “whisper down the lane”. Pertanyaannya, kenapa pesan yang disampaikan menjadi kacau?

Karena orang yang bermain tersebut hanya mendengar, bukan mendengarkan, apalagi menyimak. Misal, “Kelapa diparut, kepala digaruk”, bisa berubah “Pak Putut beli kapal keruk”, dan seterusnya.

Dapat kita pahami bersama bahwa mendengar, mendengarkan, dan menyimak berbeda secara makna, rasa, dan tujuan.

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Sahabat Kita

Menyimak sangat dekat maknanya dengan mendengar dan mendengarkan. Namun, berbeda pengertian. Mendengarkan didefinisikan sebagai suatu proses penerimaan bunyi yang datang dari luar tanpa banyak memerhatikan makna dan pesan bunyi itu.

Sedangkan menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. (Tarigan, 2008: 31)

Jadi, di dalam proses menyimak (listening comprehension) sudah termasuk mendengar (to hear) sebaliknya mendengar belum tentu menyimak. Dengan menyimak, maka pesan yang sampai tak akan bias sehingga bisa diambil kesimpulan atau keputusan yang tepat.

BACA JUGA:  WARTA FOTO: Marlin dan HMR Serahkan CSR PT PLN Batam untuk 1.176 Nelayan

Dengan menyimak, maka kalimat yang datang akan memiliki makna. Beda jika cuma mendengar, maka kalimat hanya akan menjadi bunyi yang masuk kuping kanan, keluar kuping kiri.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

DALAM: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, didampingi Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, menyimak dengan takzim curhat seorang ibu-ibu lanjut usia di sela acara Pembinaan Akhlak Mulia TP-PKK Kota Batam, belum lama ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *