CARL JUNG (1875-1961) adalah seorang psikolog terkenal dari Swiss, mengenalkan konsep peta jiwa yang disebut “persona”. Ini semacam “topeng” yang dipakai seseorang untuk mengabaikan dan menyembunyikan dirinya yang asli.
Sederhananya, persona adalah ketika seseorang bersikap menyesuaikan tuntutan dari lingkungan sekitar, dengan berlomba-lomba menjadi orang yang paling baik dan disukai oleh orang-orang.
Misalnya, ada politikus yang menampilkan kepribadian bagai orang kekurangan, tak ada duit, meski semua tahu dia punya jabatan tinggi, penghasilan ratusan juta, rumahnya megah dan mengendarai mobil mewah.
Istilah “persona”, atau kepribadian yang resmi kita tampilkan di muka publik tersebut, dipinjam Jung dari panggung Romawi, yang berarti “topeng pemain sandiwara atau teater”.
Dengan mengenakan topeng ini, seorang aktor memainkan peran dan identitas tertentu dalam sebuah drama yang suaranya di proyeksikan dari lubang mulut pada topeng tersebut.
Melalui topeng yang digunakan, seseorang bisa menutupi dirinya agar diri yang asli tidak terlihat dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga kodifikasikan dalam bentuk atau rupa yang ia harapkan, bisa diterima oleh orang lain.
Persona mulai terbentuk sejak awal masa kanak-kanak karena adanya kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan keinginan serta harapan orang tua, kawan sebaya, guru, dan masyarakat. Yang susuai dapat pujian, yang tidak dicemooh bahkan dihukum.
Jadi mau pakai topeng apa hari ini? Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Topeng untuk Hidup






