DEKAT ALIM ULAMA: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, dan Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, foto bersama kaum alim ulama Kota Batam dalam sebuah acara belum lama ini. Mereka adalah para pemimpin yang memerhatikan dan dekat dengan alim ulama. Kekuatan akidah tauhid berpadu keindahan moral.
IMAM Al-Ghazali pernah menulis sebuah buku bertajuk Al-Tibru al-Masbuk fi Nashihat al-Muluk (Emas yang Didesain untuk Nasihat bagi Para Penguasa). Kita bisa membacanya, sebab sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berjudul “Adab Berpolitik”.
Mulanya tulisan ini ditujukan kepada Sultan Muhammad ibn Malik Syah dari Dinasti Saljuk, tapi isinya terus menginspirasi lintas generasi. Sebab meski bukan rujukan ilmu politik bagi para penguasa, tapi kandungan kitab klasik ini sarat dengan etika berpolitik nan berharga.
Poin utama yang diulas dalam buku setebal : 344 halaman ini adalah: pertama, kekuatan akidah tauhid bagi pemimpin atau umara; kedua, keindahan moral, keadilan, keutamaan ilmu dan ulama.
Lewat buku ini, Imam Al-Ghazali mengingatkan bahwa krisis penguasa berakar dari krisis ulama. Baginya, ulama bisa jadi agen perubahan dalam perbaikan pemerintahan.
Karena itulah, sang imam mengambil peran itu: tampil untuk reformasi moral kekuasaan pada masanya. Baginya, penguasa dan ulama merupakan dua pilar penting untuk memakmurkan masyarakat.
“Seorang pemimpin adil lebih utama daripada ahli ibadah seratus tahun,” kutipnya. Sebab, keadilan pemimpin merupakan prasyarat untuk kesejahteraan masyarakat, di dunia dan akhirat.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






