PEREMPUAN merupakan setengah dari penduduk Indonesia, sehingga peningkatan kualitas dan kesetaraan perempuan akan menentukan kemajuan dan kesejahteraan Indonesia di masa depan.
Namun jika mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi perempuan di Indonesia menduduki posisi manajerial mencapai 32,26% pada tahun 2022.
Prosentase tersebut menunjukkan kenaikan dari proporsi pada tahun 2015 yang hanya mencapai 22,32%. Hal ini menunjukkan adanya potensi untuk mengembangkan kepemimpinan perempuan di Indonesia.
Meski masih minoritas, tetapi saat ini Indonesia sudah muncul tokoh-tokoh perempuan inspiratif dari berbagai bidang, seperti pemerintahan, BUMN, korporasi, perusahaan, pengusaha, dan peneliti.
Kesempatan ini, ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, sesuai dengan UUD 1945 yang diturunkan dalam peraturan-peraturan, telah diamanatkan jaminan perlindungan dan kesetaraan bagi seluruh penduduk Indonesia.
President Director Prudential, Michelina Triwardhany, menjelaskan, tantangan yang dihadapi perempuan makin kompleks. Khususnya terkait work-life balance, dan gender bias.
Untuk itu, women leader harus memiliki kemampuan dalam komunikasi, networking, building teamwork, handling office politics, dan resolving conflict.
Ditambah lagi, memiliki rasa percaya diri tinggi yang berfokus pada kekuatan dan kemampuan dalam membangun hubungan dengan jaringan yang luas; serta memiliki inovasi baru melalui kolaborasi dan pengembangan diri.
“Perempuan yang confident harus cerdas. Ubah kekurangan menjadi ciri khas diri, serta jangan ragu untuk mengakui bahwa perempuan juga ingin berada di kedudukan tinggi,” ujar Lula Kamal, dokter yang juga selebriti itu.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Perempuan Berdaya






