IN2PIRASI JUMAT: Jiwa nan Sehat

DI HARI Jumat nan mulia ini, masmri sejenak kita renungkan kata-kata bijak dari Syekh Abdul Qadir Jaelani, salah satu figur sufi terkemuka dalam sejarah Islam.

1. Belajarlah diam, agar suaramu lebih terdengar. Belajarlah sabar agar tindakanmu lebih benar.

2. Maafkanlah kesalahan orang lain, tutup aibnya dan lupakan. Tujuan kita hidup untuk beribadah dan mengingat Allah, bukan mengingat kesalahan orang lain.

3. Mungkin luka itu masih ada, tapi hidupmu akan lebih ringan jika memaafkan.

Selain mengandung makna spiritual dan nasihat yang mendalam, kata-kata ini mengajak kita berpikir tentang kebijaksanaan hidup, kebenaran hidup dalam rangka menjaga kesehatan jiwa.

Menurut Fahruddin Faiz, Dosen UIN Sunan Kalijaga, yang rutin menghelat Ngaji Filsafat ini, kesehatan jiwa kita jauh lebih penting dari apapun. Bahkan dari kekayaan dan kekuasaan.

Kadang demi kekayaan, demi kekuasaan, dan demi kemenangan, kita lupa untuk mengamati dan menjaga kesehatan jiwa.

“Akhirnya kita menghalalkan segala cara, mulai menipu, berbuat curang, bahkan menyakiti orang lain, seolah-olah kalau kita melakukan itu yang kena efeknya orang lain. Padahal itu efeknya kena jiwa kita sendiri,” jelasnya.

Rusaknya jiwa ini, lanjutnya, merupakan masalah besar. Karena jiwa sakit akan enteng saja menipu, menyakiti orang lain, bahkan tidak peduli dengan sesama.

“Jiwa yang sakit, jiwa yang rusak itu adalah jiwa yang lupa bahwa ada kebijaksanaan, dan da kebenaran,” pungkasnya.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Ketua umum PWI Pusat Lantik Andi sebagai Ketua PWI Kepri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *