INSPIRASI JUMAT: Demi Masa

ADA sejarah yang mencatat bahwa pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, sering disebut sebagai “Kiai Wal’Ahsri”. Sebutan ini diambil dari ayat pertama Surah Al-Ashr.

Ceritanya, sepulang dari melaksanakan ibadah Haji yang ke dua di tahun 1904, KH Dahlan mengajarkan nilai-nilai dan pemahaman Al-Ashr ini kepada para muridnya yang dikemas dalam “Pengajian Wal’ashri”.

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman, Pengajian Wal’ashri ini lebih dulu sebelum beliau mengenalkan dan mengajarkan konsep teologi atau Pengajian Al-Ma’un. 

“Jika Al Ma’un diajarkan selama tiga bulan, maka Wal’Ashri atau Al ‘Ashr ini selama delapan bulan,” ungkapnya.

Kenapa lama? Menurut Agus, perbedaan yang mencolok dari metode ajar Kiai Dahlan dengan yang lain adalah egaliternya, dan ayat-ayat Alquran yang diajarkan bukan hanya dihafal dan dipahami saja, tetapi juga dipraktikkan menjadi semangat amal kebajikan.

Berikut arti Al-Ashr, yang terdiri dari tiga ayat tersebut: Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling  menasehati untuk kesabaran.

Walaupun tergolong surah pendek, surat ini begitu penting karena mencakup banyak hal. Ayat pertama, tentang konsep waktu. Waktu itu bukan hanya menyangkut durasi, tetapi juga keadaan. Dari “Al-Ashr” itulah, kemudian melahirkan “ashariyah” atau kemodernan.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Satu lagi Pasien Covid-19 di Batam Sembuh, Total 12 Orang, HMR Apresiasi Tim Medis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *