COBA listing siapa saja orang yang Anda sayangi saat ini. Di antara mereka, adakah nama Anda? Memang, apa salahnya menyayangi diri sendiri? Anda tidak bisa benar-benar mencintai orang lain, kecuali benar-benar mencintai diri sendiri terlebih dahulu.
Yang dimaksud menyayangi diri sendiri, atau “self love” di sini, bukan narsisme, apalagi sombong dan selfish/egois, melainkan mampu menghargai diri sendiri. Misal, terlalu murah memberi hal-hal yang menyangkut marwah dan kehormatan.
Jangan juga suka minta-minta, apalagi mengemis, baik berupa uang atau penghormatan. Jangan datang jika tak diundang. Tak usah mendekat bila sudah tak dibutuhkan. Apalagi suka membanding-bandingkan. Beranilah berkata “tidak”, bila itu membuat tak nyaman.
Islam juga melarang manusia mencelakai dirinya, baik secara fisik maupun mental. Islam juga mengajarkan pentingnya menerima diri apa adanya, termasuk kelemahan dan kelebihan yang dimiliki. Hal ini dapat dikaitkan dengan Alquran: QS. At-Tin ayat 4.
Dengan adanya konsep mencintai diri sendiri, kita tidak akan mengambil keputusan yang akan merusak apa yang telah Allah berikan pada kita. Hal ini bisa terjadi karena kita akan menghargai dan menjaga kesehatan fisik dan mental diri sendiri.
Mencintai diri sendiri juga merupakan bentuk cinta kepada Allah Swt. “Logika sederhananya jika kita tidak mencintai diri sendiri, kita juga tidak mencintai Allah Swt,” tegas dosen Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII), Hazhira Qudsyi.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI JUMAT: Self Love






