INSPIRASI PAGI: Filantropi Patriotik

ISTILAH “filantropi patriotik” ini masyhur pada 2007 silam, ketika David Rubenstein (65) salah satu pendiri perusahaan ekuitas Carlyle Group kelahiran Baltimore, mempraktikkannya.

Beberapa upayanya: membeli dokumen asli Magna Carta 1297, Proklamasi Emansipasi, dan Deklarasi Kemerdekaan, untuk dipamerkan kepada publik.

“Apa motivasi dari donasi Anda?” tanya wartawan bmajalah “National Geographic” dalam sebuah wawancara khusus. Rubenstein menjawab, “filantropi” berasal dari kata Yunani kuno yang berarti “mencintai kemanusiaan”. Itu tidak melulu berarti menuliskan cek untuk menyalurkan donasi.

“Saya memiliki banyak uang lebih dari yang saya butuhkan. Jadi, saya mendonasikannya ke tempat-tempat yang pernah membantu saya di masa lalu, atau untuk tujuan baik. Saya kerap mendonasikan uang ke bidang pendidikan dan riset medis. Yah, saya sangat beruntung, dan sekarang saya berusaha memberi kontribusi sebagai balasannya,” jelasnya.

Lalu, apa itu filantropi patriotik? Akhir-akhir ini, kata “patriotik” telah sedikit diselewengkan. Gagasan patriotisme versi Rubenstein adalah, membeli berbagai dokumen kemerdekaan tersebut, membantu merestorasinya, lalu pada akhirnya mengembalikannya lagi kepada rakyat Amerika.

“Sekarang, siapa pun bisa pergi ke National Archives untuk melihat Magna Carta,” jelasnya.

Tentang mengapa tidak diserahkan kepada pemerintah saja menangani hal-hal ini? Menurut Rubenstein, pada kenyataannya, pemerintah tidak memiliki terlalu banyak uang lagi. Yang pasti, ia hanya ingin menginspirasi orang lain untuk membantu negara.

“Saya ingin para pemuda mengatakan, ‘Aku tidak punya banyak uang, tapi akan kuberikan energi dan waktuku (untuk bangsa)’,” tegasnya.

Bagaimana dengan Anda? (ski)

BACA JUGA:  INSPIRASI JUMAT: Stop Caci Maki & Kikir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *