INSPIRASI PAGI: Bunga Budaya Kita

WAKIL WALI Kota Batam Li Claudia Chandra, menyumbangkan bunga anggrek hadiah ulang tahun untuk mempercantik Kota Batam. “Agar bisa terus tumbuh, hidup, dan mempercantik lingkungan sekitar,” ucapnya.

Kecintaan Li Claudia pada bunga, juga keinginan mempercantik kota dengan bunga,  selaras dengan nafas budaya Indonesia yang kaya akan tradisi menggunakan bunga sebagai simbol, baik dalam upacara adat, pernikahan, keagamaan, filsafat Jawa, maupun kehidupan sehari-hari.

Bunga bukan hanya dekorasi, melainkan pembawa makna mendalam tentang kesucian, kehidupan, cinta, dan spiritualitas. Bunga juga sangat penting dalam upacara adat (pernikahan, kelahiran, kematian), seni tari, dan bahkan sebagai bentuk ungkapan emosi sehari-hari.

Indonesia sendiri memiliki tiga bunga nasional resmi: Melati Putih (Jasminum sambac) – Puspa Bangsa, sebagai simbol utama kesucian, kemurnian, ketulusan, dan keanggunan sederhana.

Anggrek bulan (phalaenopsis amabilis) – puspa pesona. Melambangkan keindahan, pesona, dan keanggunan. Bunga ini mewakili pesona alam Indonesia yang memikat.

Selanjutnya ada padma raksasa / rafflesia arnoldii – puspa langka. Simbol keunikan, kelangkaan, dan keajaiban alam Indonesia. Meski berbau tidak sedap saat mekar, ia melambangkan kebesaran yang tak biasa.

Ada juga makna umum bunga dalam budaya Indonesia. Seperti, melati dan teratai melambangkan kesucian dan kemurnian, mawar (cinta dan kasih sayang), melati (kesederhanaan dan kerendahan hati), teratai (kehidupan & transformasi), wijaya kusuma (bunga yang mekar malam hari, melambangkan keberuntungan), dan anggrek (keindahan & pesona).

Ah, benar kata Lady Bird Johnson, “Di mana bunga mekar, di situlah harapan tumbuh.”

Bagaimana menurut Anda? (riza)

BACA JUGA:  Puncak HUT PGRI & HGN Batam Meriah, Ribuan Guru Sambut HMR, Marlin & Jefridin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *