News  

INSPIRASI PAGI: Burnout Society

MASYARAKAT modern gampang sekali lelah parah, stress, depresi, bahkan gangguan mental, bukan diakibatkan orang lain, tapi karena dilakukan secara sukarela oleh diri sendiri, atau disebut sebagai eksploitasi diri (self-exploitation).

Inilah yang digali filsuf Jerman asal Korea, Byung-Chul Han, dalam bukunya “Burnout Society”. Esai filosofis pendek (sekitar 72 halaman) yang diterbitkan 2010 tersebut menjelaskan akarnya.

Menurut Han (terinspirasi Foucault), masyarakat sebelumnya adalah masyarakat disiplin yang didasarkan pada negativitas (larangan, perintah, hukum, dan pengawasan eksternal).

Namun kini berganti masyarakat pencapaian yang didasarkan pada positivitas. Inilah akar eksploitasi diri. Di mana manusia, khususnya pekerja, saling berlomba sekeras mungkin meraih kesuksesan dan pencapaian tertentu.

Masalah terjadi, karena mereka akan menyalahkan dirinya sendiri, ketika gagal. Akibatnya adalah “burnout” (kelelahan total), depresi, ADHD, borderline personality disorder, dan gangguan neuronal lainnya, akibat perang internal: ego yang terlalu bersemangat dan over-driven terhadap dirinya sendiri.

Solusinya apa? Healing? Han tidak memberikan resep praktis yang detail, tapi mengajak untuk keluar dari lingkaran pencapaian tanpa henti dengan kembali ke kontemplasi, negativity yang sehat, dan kemampuan untuk “berhenti”, bukan malah mendorong self-optimization tanpa batas.

Karena semakin tinggi ekspektasi “kamu bisa apa saja”, atau “tidak ada yang tidak mungkin”, semakin besar kekecewaan dan kelelahan ketika gagal memenuhinya.

Bagaimana menurut Anda? (riza)

BACA JUGA:  Marak Kekerasan pada Perempuan & Anak, Tokoh-tokoh Progresif di Batam Bentuk LBH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *