SURABAYA, KataBatam- Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Surabaya, pada 6–10 Mei 2025. Munas ini mengusung tema “Dari Apeksi untuk Negeri” dan diikuti 98 wali kota dari seluruh Indonesia.
Kegiatan nasional ini menjadi ajang strategis bagi kepala daerah untuk merumuskan berbagai kebijakan penting terkait pembangunan berkelanjutan, penguatan inovasi pemerintahan, serta peningkatan efisiensi pelayanan publik di tingkat kota.
Selain itu, forum ini juga membahas peluang investasi daerah dan promosi kuliner lokal sebagai bagian dari penguatan identitas kota.
Dalam agenda Munas tersebut, turut digelar Indonesia City Expo (ICE) Ke-21 di Grand City Convention and Exhibition Surabaya.
Pameran ini menampilkan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah, termasuk Kota Batam, guna memperkenalkan potensi ekonomi kreatif masing-masing kota kepada publik nasional.
𝐊𝐨𝐥𝐚𝐛𝐨𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐧𝐨𝐯𝐚𝐬𝐢 𝐃𝐚𝐞𝐫𝐚𝐡,
Wali Kota Amsakar menilai forum ini sangat penting sebagai wadah pertukaran gagasan antar pemerintah kota. “Kolaborasi dan sinergi antar wilayah adalah kunci utama dalam mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, dalam Munas VII Apeksi ini juga diagendakan pemilihan ketua dewan pengurus yang baru, serta arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri.
Dengan kehadirannya, Amsakar menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batam untuk terus membangun dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui inovasi dan kerja sama antar pemerintah kota di Indonesia.
𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝟭𝟱 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗿𝗶𝗼𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀
“Di kepemimpinan kami (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam H Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra) ada 15 program prioritas dan tujuh di antaranya menyentuh langsung ke masyarakat,” katanya.
Adapun, 15 program prioritas tersebut yakni Optimalisasi pengembangan dan pelayanan air bersih, Optimalisasi penanganan banjir, Pengobatan gratis masyarakat ber-KTP Batam dan BPJS ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Kemudian, pinjaman modal tanpa bunga maksimal Rp20 juta untuk UMKM, Seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP, Bantuan lansia, Peningkatan kualitas pelatihan tenaga kerja dan industri kreatif.
Selain itu, Beasiswa perguruan tinggi masyarakat hinterland dan siswa berprestasi tidak mampu, Penataan sistem transportasi publik terintegrasi (pengembangan BRT dan pembangunan LRT), Percepatan pembangunan jalan lingkar, serta Penyediaan pusat seni budaya panguyuban se-Kota Batam.
Selanjutnya, Pengelolaan pasokan dan stok kebutuhan pokok, Pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, Pembangunan sekolah baru dan ruang kelas baru, terakhir, Peningkatan investasi dan destinasi MICE.
“Semoga Munas ini menjadi satu wadah bagi seluruh kota di Indonesia untuk berkoordinasi dan mencari solusi terkait persoalan yang ada di wilayah masing-masing,” ujarnya. (ski)
_____
Credits: Fadhil/Dheo
Amsakar Perkuat Kolaborasi dengan 98 Wali Kota Seluruh Indonesia di Munas Apeksi 2025
