ROLE MODEL: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), saat membuka acara Penilaian Tahap II Wawancara dan Verifikasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2024, di Aula Engku Hamidah, Gedung Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Batamcenter, Senin (18/3/2024).
ENGKUPUTRI, KataBatam- Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), membuka acara Penilaian Tahap II Wawancara dan Verifikasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2024, di Aula Engku Hamidah, Gedung Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Batamcenter, Senin (18/3/2024).
Hadir dalam acara ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam H Jefridin, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Batam, dan sejumlah pejabat dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Penilaian Tahap II Wawancara dan Verifikasi bertujuan untuk memperoleh informasi dan konfirmasi dari stakeholders perencanaan (Badan Perencanaan Daerah [Bapenda]/ OPD) dan stakeholders non pemerintah, terkait dengan pencapaian pembangunan kualitas dan proses penyusunan dokumen perencanaan dan inovasi daerah.
Dalam tahap ini, aspek dan indikator penilaian pencapaian pembangunan memiliki 10 indikator, kualitas dokumen perencanaan 4 indikator, proses penyusunan dokumen perencanaan 5 indikator, dan untuk inovasi sendiri memiliki 4 indikator.
Untuk stakeholder pembangunannya pertama, Pemerintah Daerah yang meliputi Bapenda Provinsi, OPD terkait perencanaan dan pencapaian, perwakilan Bapenda Kabupaten/ Kota dan DPRD.
Sedangkan untuk Stakeholders non-pemerintahnya, ada tokoh masyarakat, akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perwakilan dunia usaha/ asosiasi profesi, kelompok rentan, media, pelaksana inovasi, penerima manfaat profesi, dan perwakilam ombudsman RI di Provinsi.
๐๐๐๐๐ซ๐ก๐๐ฌ๐ข๐ฅ๐๐ง ๐๐๐ฆ๐๐๐ง๐ ๐ฎ๐ง ๐๐๐ญ๐๐ฆ ๐๐๐ซ๐๐ง๐ ๐๐๐ค๐จ๐ฆ๐ฉ๐๐ค๐๐ง ๐๐ญ๐๐ค๐๐ก๐จ๐ฅ๐๐๐ซ
Dalam sambutannya, HMR memaparkan, bahwa sejak Batam dipimpin oleh Bj Habibie, Batam diperuntukan untuk dijadikan kota industri. Oleh karenanya, jalan di Kota Batam harus dibangun bertaraf internasional.
“Jadi seluruh jalan di Kota Batam harus boleh dilewati oleh kendaraan apapun,” ujar Kepala BP Batam ini.
HMR mengatakan bahwa kota ini adalah milik seluruh warga Indonesia, dan di Kota Batam pada khususnya. Oleh sebab itu, ia menitipkan segala pembangunan Kota Batam demi Batam Kota Baru yang Moderen, Madani, dan Sejahtera.
“Di samping Bapak menilai, saya titip Batam karena Batam milik kita semua, seluruh warga Indonesia. Bagaimana Batam menjadi role model ini yang harus kita jaga,” katanya.
HMR berterima kasih atas kekompakan yang terjalin selama ini sehingga pembangunan di Kota Batam bisa terus dilakukan dan berjalan denangan aman dan lancar.
“Ini berkat kerja dan kekompakan kita bersama. Target saya lima tahun ke depan pembangunan di Kota Batam sudah selesai,” ujarnya.
HMR juga menitip kepada tim penilai untuk bekerja dengan baik, sehingga jika ada permasalahan dapat segera dituntaskan. (ski)






