Harga di Pasar Lain Ikut Pasar TPID

*** Gustian Riau: Agar Bisa Dikontrol

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kota Batam terus mematangkan persiapan pasar TPID, termasuk sistem yang akan dijalankan pasca pasar ini diresmikan, 21 September 2019 mendatang.

“Pasar ini akan jadi rujukan harga, dengan demikian harga akan mudah dikontrol,” ucap Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau, Minggu (15/9/2019).

Maka dari itu, lanjut dia, pasar ini dilengkapi dengan videotron penampil harga. Daftar harga akan tertera dan bisa dikontrol jarak jauh dari kantor Disperindag.

Kehadiran pasar TPID tentu akan mempengaruhi kontrol harga dari pasar lain.

“Kalau sudah ada contoh begini, pasar lain akan ikuti, barometernya pasar ini. Tujuan begitu,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Ayo Remaja Masjid, Persiapkan Diri, Isi Kepemimpinan di Masa Depan

Ia menyampaikan, pasar-pasar lain tidak lagi sembarang menaikkan harga. Bahkan, ia menyebutkan antara pasar A dan B terdapat perbedaan harga.

Ke depan, pasar lain pihaknya akan menerapkan pemasangan penampil harga.

“Kami sering survei harga, rutin. Pasar A harga cabe Rp 90 ribu perkilogram, pasar B beda lagi,” jelasnya.

“Tidak ada kecocokan. Harganya harus sama sebenarnya, ini yang kami perjuangkan,” paparnya lagi.

Ia mengatakan, dengan terbentuknya asosiasi distributor juga membantu upaya Disperindag mengontrol harga.

“Tidak gampang memang melakukan ini semua, tapi akan terwujud kalau ada usaha. Ini terkait kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, berbagai persiapan jelang peresmian 21 September mendatang. Walau diresmikan pada tanggal tersebut, aktivitas pasar direncanakan sudah mulai tanggal 18 September. ***
_____________
Sumber: https://batampos.co.id/…/pasar-termurah-di-batam-menjadi-r…/

BACA JUGA:  Gawat Nih, HMR "Dikeroyok" Taekwondoin Se-Kepri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *