MINDSET KITA sangat berperan untuk menjaga kesehatan. Kalau pola pikir tak dijaga, maka akan menimbulkan ketakutan.
Intinya, kita akan jadi peduli tanpa disetir ketakutan jika memiliki informasi cukup tentang diri kita, lingkungan, dan penyakitnya itu sendiri.
Kepedulian pola pikir kita dalam menjaga kesehatan ini sempat ditulis Mahatma Gandhi dalam bukunya “Guide of Health”.
Sebagaimana dikatakan seorang Dokter, orang lebih banyak meninggal karena ketakutan pada penyakit ketimbang oleh penyakitnya sendiri. Kenapa takut?
Jawabannya kembali ke atas tadi, karena mindsetnya tak memiliki informasi cukup tentang penyakit yang dia derita atau hadapi.
Hal ini juga diingatkan oleh Anthony de Mello, bahwa jumlah korban bisa menjadi lima kali lipat, kalau terjadi ketakutan di saat terjadi wabah penyakit.
“Seribu orang menjadi korban karena sakit, sedangkan empat ribu orang menjadi korban karena panik,” tulisnya (Mello, A. D. [1997]. The heart of the enlightened: a book of story meditations. Glasgow: Fount Paperbacks).
Kutipan ini sangat populer, sehingga menjadi pedoman dalam penanganan wabah penyakit di dunia, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19 kali ini.
Sekali lagi, mari tata mindset kita agar paham situasi. Perbanyak informasi dari sumber resmi lalu jadikan pedoman. Namun jangan panik juga.
Berkaca pada hal tersebut, khususnya bagi pemerintah, komunikasi adalah bagian terpenting dalam menghadapi ancaman pandemi.
Sebab, kepercayaan publik perlu dibangun dan dijaga agar tidak terjadi kepanikan dalam masyarakat sehinggap penanganan dapat berjalan lancar.
Cara ini juga digunakan Pemerintah Kota Batam, sehingga penanganan Covid-19 di kota ini dapat terkendali dengan baik. ***
Foto ilustrasi: WALI KOTA BATAM H Muhammad Rudi, bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, dan Wakil Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, saat menerima Kunjungan Wamen ATR/ BPN Surya Tjandra, di Batam.
