MUSIBAH bisa datang kapanpun dan bisa menimpa siapapun. Meski demikian Allah SWT dan Rasul-Nya melalui Alquran dan hadist telah mengajarkan umat manusia untuk siap, tabah, ikhlas dan bersabar dalam menghadapi musibah.
Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan doa untuk orang yang melihat orang lain tertimpa musibah. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa melihat orang yang tertimpa musibah kemudian mengucapkan, Alhamdulillahilladzi ‘afani mimmabtalaka bihi wafadhdholanii ‘ala katsirim mimman kholaqo tafdhiil.” (Segala Puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu, dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakan), maka ia (orang yang membaca ini) tidak tertimpa musibah tersebut.” ( HR At-Tirmidzi)
Sedangkan untuk orang yang tertimpa musibah, Rasululah SAW menuntunkan doa, “Allahumma ajurnii fii mushiibatii wa-akhlif lii khairan minhaa.” (Ya Allah, berilah pahala dalam musibahku ini, dan berilah ganti bagiku yang lebih baik daripadanya.) (HR Muslim).
Demikian Islam mengajarkan kepada kita bagaimana bersikap sebagai manusia agung. Maka sungguh tidak elok jika ada yang malah bersuka cita melihat orang lain terkena musibah.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
