PEMKO BATAM, meraih penghargaan dalam kategori penurunan kemiskinan dan stunting pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 yang digelar di Palembang, Sabtu (25/4/2026).
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja kita bersama. Namun, ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus menghadirkan terobosan yang lebih baik. Fokus kita tetap sama, yakni menjadikan Batam semakin maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,” ujar Wali Kota Batam DR H Amsakar Achmad.
Dalam dunia komunikasi modern yang penuh dengan suara yang berlomba menarik perhatian, penghargaan hadir dengan cara berbeda. Ia datang dengan ketenangan, tetapi membawa kekuatan yang jauh lebih dalam.
Dan di era yang penuh klaim, pengakuan adalah suara paling jernih dalam komunikasi. Penghargaan tidak perlu berbicara keras untuk didengar. Ia tidak memaksa publik untuk percaya, justru membuat publik memilih untuk percaya.
Di sinilah letak keunggulannya. Penghargaan bukan hanya simbol pencapaian, melainkan bahasa komunikasi nonverbal yang paling elegan dan efektif untuk membangun citra, kredibilitas, dan reputasi jangka panjang.
Pada akhirnya, penghargaan adalah cara paling halus namun paling efektif untuk menyampaikan pesan besar: “Kami tidak hanya bekerja. Kami diakui.”
Karena, kata Buya Hamka, “Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.”
Bagaimana menurut Anda? (riza)
_______
> DILENGKAPI referensi dari Award Magazine Media: The Silent Power of Recognition: Bagaimana Penghargaan Menumbuhkan Kepercayaan Lebih Kuat dari Promosi
> FOTO ILUSTRASI: Wamendagri Bima Arya Sugiarto, menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Batam H Amsakar Achmad. Batam meraih penghargaan dalam kategori penurunan kemiskinan dan stunting pada ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 yang digelar di Palembang, Sabtu (25/4/2026).
INSPIRASI PAGI: Bekerja & Diakui!
