BANYAK penemuan besar yang bermula dari hal-hal remeh bahkan tak disangka. Di sini kita tak akan mengupas tentang hukum Archimedes atau Newton, melainkan penemuan kota bawah tanah Derinkuyu, Cappadocia Turki yang pada 1985 dimasukkan ke dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.
Disarikan dari feature media BBC, kota bawah tanah yang berusia hampir 3.000 tahun, dan pernah menampung 20 ribu orang tersebut, ”kembali ditemukan” pada 1963 oleh seorang warga saat sedang merenovasi rumah. Saat itu ayam-ayam miliknya menghilang ke celah-celah kecil dan tidak pernah muncul lagi.
Setelah melakukan penyelidikan dan penggalian, warga Turki itu menemukan jalan gelap yang ternyata adalah salah satu dari 600-an pintu masuk menuju Kota Derinkuyu, yang dulu bernama Elengubum.
Di kota itu terdapat gua-gua yang membentang ratusan kilometer dan diyakini ada lebih dari 200 desa kecil bawah tanah yang berjejaring ruangan, mulai dari ruang penyimpanan makanan kering, kandang ternak, sekolah, penyimpanan anggur, sampai kapel.
Terletak lebih dari 85 meter di bawah permukaan tanah dan mencakup 18 terowongan berbeda, Kota bawah tanah terbesar di dunia ini hampir selalu dihuni selama ribuan tahun dan terus berpindah tangan dari bangsa Phyrygian, Persia, sampai umat Kristen dari era Bizantium.
Kisah hidup Derinkuyu berakhir pada 1923 ketika orang Yunani Cappadocia dievakuasi. Lebih dari 2.000 tahun setelah kota ini diperkirakan dibentuk, Derinkuyu ditinggalkan untuk terakhir kalinya.
Kapan tepatnya kota itu dibangun masih diperdebatkan. Namun, kota bawah tanah Derinkuyu disebutkan dalam buku Anabasis yang ditulis Xenophon dari Athena sekitar 370 SM.
Di dunia modern, Derinkuyu mendapatkan popularitas pada tahun 1970-an, ketika peneliti dan penulis Swiss Erich Von Daniken mengungkapkannya kepada dunia melalui “Emas Para Dewa”.
Ah… Andai saja ayam-ayam warga Cappadocia itu tak hilang…
Bagaimana menurut Anda? (ski)
