INSPIRASI PAGI: Cerdas Kelola Keuangan

CERDAS: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR) saat membuka sebuah acara pelaku bisnis. Bijaksana adalah kunci.

SEPERTI Hukum Fisika, “Gaya sebanding lurus dengan tekanan”. Oleh karena itu, ketika hidup banyak tekanan, maka bisa jadi karena kebanyakan gaya.

Demikian disampaikan salah satu pebisnis Indonesia, Tung Desem Waringin, dalam sebuah seminar bisnisnya. Menurutnya, pendapatan itu ada tiga, yakni active income, passive income, dan portofolio income.

Active income, juga dibagi tiga, yakni pendapatan sebagai sebagai karyawan, pendapatan sebagai profesional seperti jadi dokter, pengacara, pegawai dan seterusnya, dan ketiga sebagai pengusaha.

“Active income sebagai pengusaha ini khusus jika bisnisnya belum autopilot. Artinya Anda masih merangkap direktur, hingga bagian kebersihan. Jadi bisnis tidak jalan jika tak dikerjakan sendiri,” jelasnya.

Kembali lagi ke pendapatan yang kedua, passive income, maknanya tidur pun dapat uang. Misal punya ruko atau properti yang disewakan, tanah dibagi hasil, hingga punya waralaba atau munya multi level yang jalan tanpa semua harus ditangani sendiri.

Yang ketiga, adalah portofolio income atau capital gain. “Misal punya rumah yang dulu belinya Rp2,4 miliar, sekarang jadi Rp25 miliar,” contohnya.

Pelajaran dari sini adalah, jika belum punya income jangan boros-boros membelanjakan uang ke hal-hal yang passive dan invisible spending. Akibatnya, tanpa disadari uang kita habis. Atau jika baru punya active income sudah kebanyakan gaya.

Bolehkah kita banyak gaya? Boleh. Tapi ketika passive income Anda jauh lebih besar dari gaya hidup Anda. Dengan demikian akan membuat hidup kita tanpa tekanan.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Exit mobile version