INSPIRASI PAGI: Dehumanisasi Gob**k!

DEHUMANISASI adalah proses psikologis ketika seseorang atau sekelompok orang diperlakukan secara tidak layak, sehingga dianggap sebagai objek yang tidak memiliki perasaan, martabat, dan kehidupan.

Dehumanisasi dapat terjadi ketika seseorang dianggap tidak layak atau tidak penting karena memiliki perbedaan tertentu, seperti warna kulit, status sosial, asal usul, dan lainnya.

Contoh kasus, ketika ada “penceramah seleb” yang juga pejabat negara –semestinya alim dan saleh– sanggup menggoblok-goblokkan seorang penjual es teh di depan ribuan jemaahnya.

Anehnya bukannya ditegur, malah disambut tawa ngakak, riang gembira oleh orang sekitarnya. Alasannya, “Itu hanya bercanda. Beliau sudah biasa seperti itu!”

Alasan ini membuktikan, bahwa ketika kita menormalisasi dehumanisasi, saat itu juga empati kita lenyap berganti reaksi yang tak pantas.

Fenomena dehumanisasi sebenarnya sudah lama terjadi sepanjang sejarah umat manusia. Awalnya berupa tindakan kecil, dalam situasi yang kurang serius seperti bercanda, tapi akhirnya mengarah pada kekejaman yang tak terbayangkan. Seperti perbudakan, perdagangan manusia, bahkan genosida.

Maka sekali lagi, stop dehumanisasi. Apalagi menormalisasinya dengan alasan apapun! Sebab, ketika rasa kasih sayang hilang, maka kekejaman menjadi lebih enteng dilakukan.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Exit mobile version